Recent Posts

Recent Comments

Thursday, September 18, 2014

Kanamycin Capsules

KANAMYCIN CAPSULES "MEIJI"

PROPERTIES
Kanamycin is an aminoglycoside antibiotic produced by Streptomyces kanamyceticus. The aminoglycosides bind to the bacterial 30 S ribosomal sub-unit in the inhibition of bacterial cell protein synthesis.
The bactericidal effect Kanamycin is to the Gram-negative and Gram-positive bacteria as well.
Kanamycin capsules administered orally and hardly absorbed from the digestive tract. Therefore Kanamycin capsules Meiji are only administered to treat for bowel sterilization and adjunct in the treatment of hepatic coma.

COMPOSITION
Each capsule of KANAMYCIN CAPSULES MEIJI contains 250 mg (Base) of Kanamycin monosulfate.

INDICATIONS
Kanamycin capsules taken orally is hardly absorbed from the alimentary canal, so, not for systemic use; it is only for sterilization of gastrointestinal tract preoperatively and adjunct in the treatment of hepatic coma.

ADMINISTRATION AND DOSAGE 
For bowel sterilization:
Adult:
1 g every hour for 4 hours, and then 1 g every 6 hours for 36 - 72 hours.

Children and babies:
150 - 250 mg / kg / day in divide dosage every hour for 6 hours.

For adjunct in the treatment of hepatic coma:

Adult:
8 - 12 g a day in divide dosage

PRECAUTIONS
Administered carefully to the following patients:
  1. Patients with renal impairment, hearing impairment or intestinal ulcer.
  2. Orally poorly nourished or parenterally nourished patients, elderly patients and patients in poor general health. (Sufficient observation should be performed because vitamin K deficiency may develop).
  3. Renal function should be checked before and after therapy.
  4. Even though this drug is hardly absorbed, but if the renal impairment the side effect may occur.

SIDE EFFECTS
Administration of Kanamycin could induced damage of the VIII cranial nerve. If tinnitus, dizziness or vertigo occurs, administration should be discontinued.
In some others patients nephrotoxic, headache, numbness, nausea, vomiting, diarrhoea, and loose stool may occur.
A malabsorption syndromes after prolonged oral preparation with fatty faeces, decreases carotene, and failure of xylose absorption.
Super infection with fungi occurs during therapy particularly if the treatment is prolonged.
Acute muscular paralysis and apnea can occur following treatment with aminoglycoside antibiotics.

CONTRA INDICATIONS
Administration of the drug should be avoided to the intestinal obstructive and hypersensitivity to aminoglycoside such as : Fradiomycin, Streptomycin, Gentamycin, etc.
Effect upon the foetus must be considered if aminoglycoside is administered during pregnancy.
Kanamycin is not effective for the microorganism which not sensitive.
This drug is not indicated in long term therapy (e.g. Tuberculosis) because of the toxic hazard associated with extended administration.

STORAGE AND DURATION
Kanamycin Capsules Meiji may be stored in a cool dry place and should be used before expiration date stated on the label.

HOW SUPPLlED
KANAMYCIN CAPSULES 250 mg (Base) :
10 blisters @ 10 capsules / box. Reg. No. DKL 9115301101A1

This drug should be administered by or under the supervision of a physician.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT. MEIJI INDONESIAN PHARMACEUTICAL INDUSTRIES
Bangil - Pasuruan, Jawa Timur - Indonesia

Licensed by
MEIJI SEIKA KAISHA, LTD.
Tokyo, Japan.
Continue reading...

Wednesday, September 17, 2014

Avil

Avil®
Pheniramine maleate

Composition
Each tablet contains 25 mg Pheniramine Maleate.

Properties
Avil is suitable for the treatment of hypersensitivity reactions and pruritus of varying origin. It reduces secretion in catarrhal disorders and weeping eczema.

Indications
Allergic conditions (hypersensitivity reactions) such as:
  • hay fever (pollinosis) with attacks of sneezing, itching and running of the nose, inflammation of the conjunctiva of the eye.
  • urticaria and eczema (including neurodermatitis) with pruritus, and reddening and swelling of the skin.

Contraindication and precautions
Avil must not be used in patients who are hypersensitive to pheniramine.
Internal use: Avil must not be taken by patients with prostatic hypertrophy and a tendency towards residual urine formation and, as a precaution, should not be taken during pregnancy.

Side effects
After internal use the following symptoms have occasionally been experienced dryness of the mouth, urine retention, increase in intraocular pressure, gastrointestinal upset, palpitations and, after high doses, hallucinations, agitation and disorientation.

Drug interactions
The effect of drugs which act on the central nervous system (e.g tranquilizers, neuroleptic agents and MAO inhibitors) and of alcohol may be potentiated.

Dosage and administration
Unless otherwise prescribed by the doctor, the following dosage is recommended:
In adults and young people of over 12 years of age it is advisable to begin treatment with ½, tablet, 2 - 3 times daily after meals.
If necessary, the daily dose may be increased to 1 tablet 3 times daily from the second day of treatment onwards.

Special notes
In patients with narrow angle glaucoma, treatment with Avil must be carried out under opthalmological supervision.
Even at the dosages prescribed, these preparations may affect the patient's alertness to such an extent that the ability to drive or operate machinery is impaired. Con-sequently, patients engaged in these activities should reduce their daytime dosage and take a full dose at bedtime.
Blood dyscrasias that very occasionally occur with antihistaminics have so far not been observed with pheniramine.

Storage
Store at Room Temperature (25°-30°C).

Expiry Date
Do not use later than the date of expiry

Keep medicines out of the reach of children

Presentation
Tablets 10 blisters x 10 tablets
Reg. No. DKL0121203410A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
ON MEDICAL PRESCRIPTION ONLY

Manufactured by
PT Aventis Pharma,
Jakarta, Indonesia.
Continue reading...

Tuesday, September 16, 2014

Flamar Emulgel

FLAMAR®
Emulgel

Tiap gram mengandung:
Diklofenak dietilamonium yang setara dengan Natrium diklofenak 10 mg

FARMAKOLOGI
FLAMAR® Emulgel mengandung Diklofenak yaitu derivat asam fenilasetat yang mempunyai daya analgetik dan antiinflamasi.
FLAMAR® Emulgel bekerja dengan cara menghambat cyclooxygenase.


INDIKASI
  • Inflamasi karena trauma pada tendon, ligamen, otot dan persendian seperti yang disebabkan oleh salah urat, terkilir dan memar.
  • Reumatik jaringan lunak seperti tendovaginitis, bursitis, shoulder hand syndrome dan periartropati.
  • Penyakit-penyakit reumatik yang terlokalisir seperti osteoartrosis pada sendi-sendi perifer dan kolumna vertebral.

KONTRA-INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap Diklofenak dietilamonium.
FLAMAR® Emulgel dikontraindikasikan pada pasien yang terserang asma, urtikaria atau rinitis akut yang dipresipitasi oleh asam asetil-salisilat atau obat-obat anti-inflarnasi nonsteroid lainnya.

EFEK SAMPING
FLAMAR® Emulgel dapat ditoleransi dengan baik.
Kadang-kadang terjadi iritasi lokal, eritema, pruritus atau dermatitis, fotosensitivitas pada kulit, desquamasi dan atropi,


PERHATIAN
  • FLAMAR® Emulgel sebaiknya digunakan pada kulit yang sehat dan utuh (tidak ada luka terbuka).
  • Hindari kontak dengan mata atau selaput lendir.
  • Tidak boleh dimakan.
  • Tidak dianjurkan penggunaan obat ini selama kehamilan.
  • Untuk menghindari toksisitas yang aditif, sebaiknya tidak diberikan bersama preparat Diklofenak oral.
  • Absorpsi sistemik dari FLAMAR® Emulgel lebih rendah dibandingkan dengan tingkat plasma yang dihasilkan dari sediaan oral. Namun apabila FLAMAR® Emulgel digunakan pada daerah yang relatif luas dalam jangka waktu penggunaan yang lama kemungkinan efek samping sistemik tidak dapat diabaikan.

DOSIS
Gosokkan dengan hati-hati pada kulit yang sakit, 3 - 4 kali sehari. Jumlah yang digunakan tergantung dari luas dan daerah yang sakit, yaitu 2 - 4 g (dalam bentuk lingkaran berdiameter ± 2,0 - 2,5 cm) cukup untuk mengobati daerah kulit sekitar 400 - 800 cm2.
Dianjurkan pengobatan ditinjau setelah 2 minggu.
Setelah penggunaan, tangan sebaiknya dibasuh, kecuali pada tempat yang sedang diobati.
Tidak dianjurkan pada anak-anak.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Tube dengan berat bersih 20 gram.
No. Reg.: DKL9822224028Al

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk.

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia
Continue reading...

Monday, September 15, 2014

Formyco Krim

FORMYCO®
Krim Topikal

Tiap gram mengandung:
Ketokonazol .......................... 20 mg

FARMAKOLOGI
FORMYCO® mengandung Ketokonazol 2% yaitu senyawa turunan imidazol yang memiliki daya anti jamur spektrum luas dan digunakan untuk mengobati infeksi jamur superfisial pada kulit.
Efek FORMYCO® terhadap ragi dan jamur berhubungan dengan kemampuannya mengubah permeabilitas membran sel.
Ergosterol, suatu sterol selular utama dari jamur, penting dalam memelihara integritas dan fungsi membran sel jamur.
Sintesa ergosterol dihambat oleh krim FORMYCO®. Penghambatan sintesa ergosterol disebabkan oleh kemampuan FORMYCO® menghambat demetilasi lanosterol yang merupakan prekursor dari ergosterol, akibatnya terjadi disorganisasi serta penebalan plasma-lemma dan menurunnya pengambilan zat-zat makanan esensial pada membran sel jamur.
Mekanisme tersebut menerangkan efek selektif FORMYCO® terhadap jamur.
Krim FORMYCO® tidak menimbulkan iritasi dan tidak memiliki potensi alergi, sensitisasi atau fototoksik pada penggunaan topikal.

INDIKASI
FORMYCO® digunakan untuk pemakaian topikal pada pengobatan infeksi dermatofit pada kulit, seperti:
  • Tinea korporis, tinea kruris, tinea manus dan tinea pedis, yang disebabkan oleh Trichophyton rubrum, T. mentagrophytes dan Epidermophyton f1occosum.
  • Tinea ( pityriasis ) versikolor yang disebabkan oleh Malassezia furfur ( Pityrosporum orbiculare ).
  • Kutaneus kandidiasis yang disebabkan oleh Candida spp.
  • Seboreik dermatitis yang disebabkan oleh Pityrosporum spp.

KONTRA-INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap Ketokonazol.

EFEK SAMPING
FORMYCO® umumnya dapat ditoleransi dengan baik.
Iritasi, pruritus dan rasa terbakar dapat terjadi.


PERHATIAN
  • Jika terjadi iritasi pengobatan harus dihentikan.
  • Krim tidak boleh digunakan untuk mata.
  • Hati-hati bila digunakan pada wanita hamil dan menyusui.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.

DOSIS
FORMYCO® harus digunakan pada kulit yang terkena infeksi dan daerah sekitarnya, satu atau dua kali sehari tergantung pada beratnya infeksi.
  • Tinea korporis, tinea kruris, tinea versikolor, tinea manus, tinea pedis dan kutaneus kandidiasis: Oleskan krim tipis-tipis sekali sehari selama 2 minggu atau sampai beberapa hari setelah tanda-tanda dan gejala-gejala tidak terlihat,
  • Seboreik dermatitis: Oleskan krim tipis-tipis 2 kali sehari selama 4 minggu atau sampai benar-benar sembuh.
Jika tidak menunjukkan perbaikan setelah masa pengobatan, diagnosis harus ditentukan kembali.
Atau menurut petunjuk dokter,

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Tube dengan berat bersih 10 gram,
No. Reg.: DKL9322213829Al

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia
Continue reading...

Sunday, September 14, 2014

Polidemisin Tetes Mata

POLIDEMISIN®
Tetes Mata Steril

Tiap ml mengandung:
Neomisin Sulfat setara dengan Neomisin              3,5mg
Polimiksin B Sulfat6.000IU
Deksametason1mg

FARMAKOLOGI
POLIDEMISIN® tetes mata steril merupakan kombinasi dari Neomisin, Polimiksin B dan Deksametason.
Neomisin bersifat bakterisid untuk beberapa organisme Gram-positif dan Gram-negatif. Neomisin merupakan antibiotik aminoglikosida yang dapat menghambat sintesa protein dengan mengikat RNA ribosom dan menyebabkan bakteri salah membaca kode genetiknya.
Polimiksin B bersifat bakterisid untuk berbagai organisme Gram-negatif. Polimiksin dapat meningkatkan permeabilitas membran sel bakteri dengan cara berinteraksi dengan komponen fosfolipid membran.
Polimiksin B dan Neomisin efektif terhadap Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Escherichia coli, Haemophilus influenzae, spesies Klebsiella-Enterobacter, spesies Neisseria dan Pseudomonas aeruginosa.
Deksametason adalah glukokortikoid sintetik yang memiliki aktivitas anti inflamasi yang kuat.


INDIKASI
  • POLIDEMISIN® diindikasikan untuk kondisi inflamasi mata yang responsif terhadap steroid disertai infeksi bakteri atau adanya resiko infeksi mata karena bakteri.
  • Inflamasi okular pada palpebral dan bulbar konjungtiva, kornea dan segmen anterior dari bola mata.

KONTRA-INDIKASI
  • Hipersensitivitas terhadap beberapa dari komponen di atas.
  • Epithelial herpes simplex keratitis (dendritic keratitis), cacar sapi, cacar air; dan beberapa penyakit virus lainnya pada kornea dan konjungtiva.
  • Penyakit jamur pada struktur okular.

EFEK SAMPING
  • Alergi.
  • Peningkatan tekanan intraokular dengan gejala glaukoma, pembentukan katarak subkapsular posterior.
  • Infeksi sekunder.

PERHATIAN
  • Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan pertumbuhan yang berlebihan dari organisme yang tidak peka, termasuk fungi.
  • Bila mata merah, iritasi dan rasa nyeri menetap, penggunaan dihentikan dan hubungi dokter.
  • Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan glaukoma dengan kerusakan pada syaraf mata, mata kabur, pembentukan katarak subkapsular posterior, meningkatnya bahaya infeksi mata sekunder, penipisan kornea mata atau sklera, perforasi, kondisi purulen akut pada mata.
  • Bila obat ini digunakan selama 10 hari atau lebih, tekanan intraokular sebaiknya dimonitor secara rutin.
  • Neomisin dapat menyebabkan sensitisasi kulit. Bila terjadi sensitisasi, hentikan pengobatan.
  • Hati-hati pemakaian pada wanita hamil dan menyusui.
  • Untuk menghindari kontaminasi, ujung penetes dari botol tetes mata jangan menyentuh mata, kelopak mata atau permukaan lainnya.

DOSIS
Teteskan 1 atau 2 tetes pada mata yang terinfeksi, 4 - 6 kali sehari; atau lebih sering bila diperlukan.
Atau sesuai petunjuk dokter.
Dipakai dalam waktu 4 minggu, setelah dibuka.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
KOCOK DAHULU SEBELUM DIPAKAI

KEMASAN
Botol plastik tetes, isi bersih 5 ml.
No. Reg.: DKL9622218646A1

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk, terlindung dari cahaya.

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
SANBE VISION
Divisi Obat Mata
Bandung -Indonesia
Continue reading...
 

Followers

Add to Technorati FavoritesTopOfBlogsobat, info, tablet,syrup, injection, ampul, cream, ointment, solution, blogarama - the blog directoryBlog Directory & Search engineMedicine Blogs - Blog Catalog Blog Directory Health Free Page Rank ToolPowered by  MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free
review http://www.obatinfo.com on alexa.com

Masukkan alamat email anda di bawah ini untuk mendapatkan informasi obat terbaru

   

ObatInfo.com hanya memberikan informasi-informasi yang tertera pada kemasan dan brosur obat serta dari berbagai sumber. Informasi-informasi di ObatInfo.com tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter anda, bila memiliki masalah kesehatan. ObatInfo.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/ penyalahgunaan informasi-informasi yang disajikan disini.

ObatInfo.com | all about drugs Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts