Recent Posts

Recent Comments

Wednesday, July 30, 2014

Naletal

NALETAL®
CILOSTAZOL
Tablet

Komposisi:
Tiap tablet NALETAL®-50  mengandung Cilostazol .................................... 50 mg
Tiap tablet NALETAL®-100 mengandung Cilostazol ................................. 100 mg


Farmakologi:
  • Cilostazol mempunyai efek sebagai anti platelet dan vasodilatasi dengan efek penghambatan aktivitas siklik AMP fosfodiesterase (cAMP - PDE) dari platelet dan pembuluh darah otot halus.
  • Menghambat pelepasan serotonin dari platelet pada kelinci tetapi tidak mempengaruhi pengambilan serotonin dan adenosin oleh platelet
  • Menghambat agregasi platelet yang ditingkatkan oleh tromboksan A2 (TXA2) .
  • Tidak mempengaruhi metabolisme asam arakhidonat pada platelet

Indikasi:
NALETAL® tablet direkomendasikan untuk pengobatan bermacam-macam gejala iskemia seperti ulkus, rasa sakit dan rasa dingin yang menyertai dari penyakit penyumbatan pembuluh arteri kronis

Dosis:
Dosis lazim untuk dewasa 100 mg, 2 kali sehari diberikan secara oral.
Dosis disesuaikan berdasarkan umur pasien, kondisi penyakit dan lain-lain.

Kontra Indikasi :
Pasien dengan kondisi congestive heart failure, hemorrhage, pasien yang diketahui hipersensitif terhadap Cilostazol dan wanita hamil

Efek Samping:
Hipersensitivitas : kadang-kadang ruam dan erupsi mungkin kelihatan, gatal-gatal mungkin terjadi, walaupun kasus ini jarang terjadi. Ketika efek samping ini terjadi penggunaan Cilostazol tablet harus dihentikan.
Kardiovaskuler: kadang-kadang palpitasi, takikardia dan perasaan darah mengalir dengan cepat ke kepala mungkin terjadi. Ketika gejala ini terjadi tindakan yang diambil seperti mengurangi dosis atau menghentikan penggunaan Cilostazol tablet
Neuropsikis: kadang-kadang terjadi sakit kepala, vertigo, nyeri, insomnia dan sulit tidur. Ketika gejala ini terjadi tindakan yang diambil adalah dengan mengurangi dosis atau menghentikan Cilostazol tablet Gastrointestinal: kadang-kadang terjadi gangguan lambung, mual, muntah, anoreksia, diare, nyeri abdomen bagian atas dan kejang perut mungkin terjadi
Hati: kadang-kadang SGOT dan SGPT tinggi
Lain-lain: kadang-kadang bintik-bintik merah di bawah kulit mungkin kelihatan, meningkatkan kadar gula darah, sakit pada dada, malaise dan lemas tapi jarang terjadi.

Peringatan dan Perhatian :
Peringatan
  • Pada penggunaan Cilostazol tablet harus diawasi terutama pada pasien dengan keadaan:
    • Selama menstruasi
    • Kecenderungan terjadinya pendarahan atau hemorrhage diatesis
    • Pasien dengan pemberian antikoagulan ( warfarin dll ) atau sediaan anti platelet ( asetosal, ticlopidin, dll )
  • Selama kehamilan:
    • Penggunaan Cilostazol pada wanita hamil dilarang, sejak dilaporkan terjadinya peningkatan terhadap angka abnormalitas pada janin dan angka bayi yang lahir mati, serta menurunkan berat bayi pada percobaan reproduksi menggunakan tikus
    • Wanita menyusui juga tidak boleh menggunakan obat ini, sejak dilaporkan bahwa Cilostazol dapat ditransfer ke bayi melalui air susu, pada percobaan menggunakan tikus
Pada bayi penggunaan Cilostazol belum diakui keamanannya

Perhatian
Cilostazol tablet harus digunakan di bawah pengawasan dokter

Penyimpanan:
Simpan pada tempat sejuk ( 15 - 25°C ) terlindung dari cahaya

Kemasan:
NALETAL®-50   Box 3 Strip @ 10 Tablet No. Reg.: DKL0308013110A1
NALETAL®-100 Box 3 Strip @ 10 Tablet No. Reg. : DKL0308013110B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
PT. GUARDIAN PHARMATAMA
TANGERANG-INDONESIA

Continue reading...

Tuesday, July 29, 2014

Lodia

LODIA®
Film-coated tablet

Tiap tablet mengandung:
Loperamida Hidroklorida ............................................................... 2 mg

FARMAKOLOGI
Loperamida adalah suatu antispasmodik, meskipun mekanisme kerjanya yang pasti belum dapat dijelaskan.
Pada hewan percobaan, Loperamida menghambat motilitas/ peristaltik usus dengan mempengaruhi secara langsung pada otot sirkular dan longitudinal dinding usus.
Pemberian Loperamida secara oral sebagian besar tidak diabsorpsi dan tidak menembus jaringan otak dengan baik.

INDIKASI
LODIA® diindikasikan untuk diare non spesifik akut dan kronik.

KONTRA-INDIKASI
  • Pada anak-anak di bawah usia 12 tahun, wanita hamil dan menyusui.
  • Pada penderita kolitis akut karena dapat menyebabkan toksik megakolon.
  • Pada keadaan dimana konstipasi harus dihindari dan pada penderita yang hipersensitif terhadap Loperamida.

EFEK SAMPING 
Umum:
  • Kembung, sukar buang air besar, mual, muntah, nyeri perut. 
  • Reaksi hipersensitif termasuk ruam kulit.
  • Letih, rasa kantuk, pusing, toksik megakolon.
Kelebihan dosis: sukar buang air besar, mual, depresi susunan syaraf pusat.

PERHATIAN
  • Hati-hati bila digunakan untuk penderita insufisiensi hati dan ginjal, misalnya pada gagal ginjal.
  • Tidak dianjurkan untuk diare akut karena infeksi Escherichia coli, Salmonella, Shigella.
  • Jangan diberikan pada hari pertama, karena kotoran justru harus dikeluarkan.
  • Jangan digunakan melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan sukar buang air besar.
  • Jangan digunakan bila diare diikuti dengan demam tinggi atau feses mengandung darah.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Bila terjadi gejala atau tanda-tanda yang mirip keracunan morfin pada keadaan dosis berlebih, dapat diberikan naloxon.

INTERAKSI OBAT
Hati-hati bila diberikan bersama obat-obat penenang, alkohol dan penghambat MAO.

DOSIS
  • Diare akut (non spesifik): Dosis awal : 2 tablet, Dosis lazim: 1-2 tablet,1-2 kali sehari. 
  • Diare kronik: Dosis: 2-4 tablet sehari dalam dosis terbagi, tergantung dari beratnya diare dan respon penderita.
  • Dosis maksimum: 8 tablet sehari.
  • Apabila setelah 48 jam tidak ada perbaikan, pemberian harus dihentikan.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Dus isi 6 strip @ 10 tablet.
No. Reg.: DKL8522205710A1

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk dan kering.

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia

Continue reading...

Monday, July 28, 2014

Voroste

Voroste® 
Alendronate Sodium

KOMPOSISI
Setiap tablet mengandung:
Alendronate Sodium setara dengan Alendronate Acid 10 mg

INDIKASI
VOROSTE digunakan untuk pengobatan osteoporosis pada wanita postmenopausal.

CARA KERJA OBAT
Alendronate Sodium termasuk golongan aminobiphosphonate, inhibitor selektif pada resorpsi tulang.

KONTRAINDIKASI
Abnormalitas esophagus yaitu perlambatan pengosongan esophageal seperti stricture atau achalasia. Ketidakmampuan untuk berdiri dan duduk tegak selama minimal 30 menit.
Hipersensitivitas terhadap obat ini.
Hipokalsemia ( lihat Peringatan dan Perhatian ).

EFEK SAMPING
Telah dilaporkan iritasi lokal pada mukosa saluran cerna bagian atas. Perlu pengurangan dosis jika terjadi efek samping ini.
Gangguan Kalsium dan Vitamin D.
Hipokalsemia atau defisiensi Vit D harus diobati lebih dahulu sebelum dimulai pengobatan dengan VOROSTE tablet.
Esophagitis, luka esophageal dan erosi esophageal, kadang-kadang disertai perdarahan telah dilaporkan. Dysphagia, odynophagia atau nyeri di bagian belakang tulang dada.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Alendronate Sodium, sebagaimana bisphosphonate lainnya, dapat menyebabkan iritasi lokal pada lapisan mukosa saluran cerna bagian atas.
Penyebab osteoporosis lain daripada defisiensi estrogen dan penuaan juga harus dipertimbangkan.
Sebelum memulai pengobatan dengan VOROSTE, hypocalcemia harus dikoreksi lebih dulu. Gangguan metabolisme mineral (seperti defisiensi Vit D) juga harus diobati secara efektif.

Pasien osteoporosis
Pasien diberitahu jika terjadi gejala-gejala penyakit perut (seperti sulit atau nyeri saat menelan, nyeri pada tulang dada belakang, baru atau bertambah rasa terbakar pada jantung), harus dihentikan pemakaian VOROSTE dan konsultasi pada dokter.
Semua pasien osteoporosis harus diberikan tambahan kalsium yang memadai sesuai dengan rekomendasi pengobatan lokal.
Pada orang tua atau pasien dengan insuffisiensi ginjal ringan sampai sedang Creatine Clearance 35 - 60 mL/ menit tidak perlu dilakukan penyesuaian dosis. VOROSTE tidak direkomendasikan untuk pasien dengan insuffisiensi lebih serius (Creatine Clearence ‹ 35 ml/ menit).
Belum ada studi untuk wanita hamil dan ibu menyusui dan jangan diberikan VOROSTE pada wanita hamil dan ibu menyusui.
Hentikan VOROSTE jika terjadi dysphagia, odynophagia atau nyeri di bagian belakang tulang dada.

DOSIS
Dosis 1 tablet sehari diberikan 1 ½ jam sebelum makan, minum dan pengobatan lainnya dengan air satu gelas penuh karena minuman lain (termasuk air mineral), makanan dan obat dapat mengurangi absorpsi dari VOROSTE tablet.
Agar dapat segera mencapai lambung dan mengurangi kemungkinan iritasi pada saluran cerna, VOROSTE tablet harus ditelan pada pagi hari dengan air satu gelas penuh dan jangan berbaring minimal selama 30 menit dan sampai setelah makan, minum atau pengobatan lainnya. VOROSTE harus ditelan dengan segelas air penuh dan pasien tidak berbaring untuk sekurang-kurangnya 30 menit dan sampai setelah sarapan paginya.
Pasien jangan mengunyah atau menghisap tablet VOROSTE, karena berpotensi untuk menyebabkan tukak oropharyngeal (oropharynx).
Pasien jangan menelan VOROSTE pada waktu tidur atau sebelum bangun pada pagi hari.
Bila tidak mengikuti petunjuk penggunaan, dapat meningkatkan efek samping pada saluran cerna (lihat Peringatan dan Perhatian).

PENYIMPANAN
Simpan pada suhu kamar 15° - 30°C

KEMASAN
Box, 2 Strip @ 10 Tablet
No. Reg. DKL9904125010A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
COMBIPHAR
BANDUNG - INDONESIA

Continue reading...

Sunday, July 27, 2014

Sanlin

SANLIN®
Kapsul

Tiap kapsul mengandung:
Tetrasiklin dapar Fosfat yang setara dengan 250 mg/ 500 mg Tetrasiklin Hidroklorida.

FARMAKOLOGI
Tetrasiklin adalah suatu antibiotika yang mempunyai spektrum luas dengan toksisitas yang rendah.
Efektif terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Juga efektif terhadap spirochaeta, rickettsia, virus dan beberapa jenis protozoa, seperti amuba dan flagellata.
SANLIN® lebih cepat dan lebih sempurna diabsorbsi dalam saluran pencernaan makanan dari pada bentuk basa atau garamnya, sehingga tercapai kadar yang lebih tinggi dalam darah setelah pemakaian per oral.


INDIKASI
  • Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap Tetrasiklin.
  • Infeksi saluran pernafasan, seperti pneumonia, bronkitis kronis, faringitis.
  • Infeksi pada saluran pencernaan.
  • Infeksi pada saluran kemih, seperti gonore, uretritis.
  • Infeksi pada kulit, dan jaringan, seperti selulitis, furunkel, akne pustular dan abses.
  • Infeksi sistemik, seperti infeksi-infeksi gabungan, peritonitis, tifus, bruselosis, disentri, riketsiosis dan trakoma.

KONTRA-INDIKASI
Kepekaan terhadap Tetraslklin.

PERHATIAN
  • Tetrasiklin harus diberikan dengan hati-hati kepada penderita dengan kelainan fungsi ginjal dan hati.
  • Pada pengobatan dengan Tetrasiklin dalam waktu lama, sebaiknya dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal, hati serta darah secara periodik.
  • Tetrasiklin jangan diberikan bersama-sama dengan antasida yang mengandung kalsium, magnesium atau aluminium; susu dan garam-garam besi.

EFEK SAMPING
  • Reaksi kepekaan, seperti urtikaria, dermatitis eksfoliatif, erupsi morbilitas.
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, glositis.
  • Superinfeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur yang resisten terhadap Tetrasiklin.
  • Pemakaian Tetrasiklin selama masa kehamilan 3 bulan terakhir dan anak-anak di bawah 8 tahun, dapat menyebabkan pewarnaan pada gigi.

DOSIS
Dewasa dan anak-anak dengan berat badan › 40 kg : 250 mg - 500 mg, 2 - 4 kali sehari.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Dus Isi 10 strip @ 10 kapsul.

No. Reg.:
SANLIN® kapsul:
D7811165

SANLIN® 500 kapsul:
DKL8122200201A1

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia

Continue reading...

Saturday, July 26, 2014

Zephanal

ZEPHANAL
KAPSUL

KOMPOSISI:
Tiap kapsul mengandung
Tramadol Hidroklorida .................................................... 50 mg

ZEPHANAL merupakan analgesik opioid. Efek analgesik berasal dari Ikatan sintetik opioid ZEPHANAL pada reseptor opiat dan mempunyai efek desentralisasi.
Pada pemberian per oral, ZEPHANAL diabsorpsi dengan cepat dan sempurna. Didistribusi secara luas, dapat menembus placenta dan dalam jumlah kecil terdapat dalam ASI. Kadar  puncak dalam plasma tercapai setelah 2 jam dengan waktu paruh lebih kurang 6 Jam. Ekskresi melalui ginjal, 70 % sebagai metabolit inaktif dan 30 % dalam bentuk utuh.

INDIKASI:

  • Nyeri akut dan kronik yang berat
  • Nyeri pasca - operasi.
  • Nyeri akibat tindakan diagnostik


TAKARAN PEMAKAIAN:
Untuk dewasa dan anak usia diatas 14 tahun diberikan dosis tunggal 1 kapsul. Dosis tersebut biasanya cukup untuk meredakan rasa nyeri. Bila masih terasa nyeri dapat ditambah 1 kapsul setelah selang waktu 30-60 menit.
Dosis harian per oral tidak boleh melampaui 400 mg dalam sehari. Pada penderita gangguan fungsi hati atau ginjal, dosis harus disesuaikan.
Lamanya pengobatan Pada pengobatan jangka panjang kemungkinan terjadi ketergantungan obat, karenanya dokter harus menetapkan lamanya pengobatan.

KONTRA INDIKASI:
Intoksikasi akut dengan alkohol, hipnotika, analgesik atau obat-obat yang mempengaruhi SSP lainnya.
Penderita yang mendapat terapi dengan penghambat MAO.
Penderita yang sensitif  terhadap Tramadol atau opiat.

EFEK SAMPING:
Pusing, mual, muntah, mulut kering, kelelahan, dispepsia, obstipasi. sedasi, pruritus, berkeringat, kemerahan dan sakit kepala. Dapat terjadi penurunan fungsi paru-paru, apabila penggunaan Tramadol dikombinasikan dengan obat-obat depresi SSP lainnya, atau bila melebihi dosis yang dianjurkan. Meskipun Tramadol berinteraksi dengan reseptor opiat, insiden ketergantungan setelah penggunaan Tramadol adalah ringan.

PERINGATAN DAN PERHATIAN:
Tidak boleh diberikan pada penderita trauma kepala, alkoholisme. peningkatan tekanan intrakranial, gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat atau tupersekresi bronkus, karena dapat meningkatkan resiko kejang atau shock.
Meskipun ZEPHANAL termasuk agonis opiat, tetapi tidak dapat menekan gejala putus obat akibat pemberian morfin, sehingga tidak boleh digunakan pada penderita ketergantungan obat. Hati - hati penggunaan pada wanita hamil 0,1 % ZEPHANAL diekskresi melalui ASI
Selama penggunaan obat ini, tidak boleh mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin.

INTERAKSI OBAT:
Penggunaan ZEPHANAL bersama obat - obat yang bekerja pada SSP (seperti tranquilizer, hipnotika) dapat mengakibatkan peningkatan efek sedasi obat - obat yang bekerja pada SSP dan peningkatan efek analgesik ZEPHANAL bila dikombinasi dengan tranqurlizer.

KEMASAN:
Box berisi 3 strip @ 10 kapsul NO. REG.' DKL 9827910401 A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan di tempat sejuk, kering dan terlindung dari cahaya.

ZENITH PHARMACEUTICALS
Semarang - Indonesia

Continue reading...
 

Followers

Add to Technorati FavoritesTopOfBlogsobat, info, tablet,syrup, injection, ampul, cream, ointment, solution, blogarama - the blog directoryBlog Directory & Search engineMedicine Blogs - Blog Catalog Blog Directory Health Free Page Rank ToolPowered by  MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free
review http://www.obatinfo.com on alexa.com

Masukkan alamat email anda di bawah ini untuk mendapatkan informasi obat terbaru

   

ObatInfo.com hanya memberikan informasi-informasi yang tertera pada kemasan dan brosur obat serta dari berbagai sumber. Informasi-informasi di ObatInfo.com tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter anda, bila memiliki masalah kesehatan. ObatInfo.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/ penyalahgunaan informasi-informasi yang disajikan disini.

ObatInfo.com | all about drugs Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts