Recent Posts

Recent Comments

Wednesday, October 1, 2014

Codipront

Codipront®
Codeine
Phenyltoloxamine
Obat batuk dengan efek jangka panjang 10 - 12 jam

KOMPOSISI
-KAPSUL
Tiap kapsul mengandung:

Kodein anhidrat30mg
Feniltoloksamin10mg
(keduanya dalam bentuk resinat terikat dengan ion-exchanger)
-SIRUP
Tiap 5 ml mengandung:

Kodein anhidrat11,11mg
Feniltoloksamin3,67mg
(keduanya dalam bentuk resinat terikat dengan ion-exchanger)


CARA KERJA
Codipront mengandung 2 zat aktif dengan tempat kerja yang berbeda. Kodein akan mengurangi batuk dengan penekanan sentral pada pusat batuk. Feniltoloksamin merupakan antihistamin yang mempunyai efek pada alergi. Zat aktif Codipront terikat dengan ion-exchanger yang memungkinkan pelepasan lambat dan seragam dalam saluran pencernaan. Untuk mencapai efek antitusif yang lama dengan dosis 2 kali sehari.

INDIKASI
Pengobatan simtomatik batuk kering (non produktif) yang disertai dengan keadaan alergi.

KONTRAINDIKASI
  • Pasien hipersensitif terhadap bahan aktif dan bahan pembantu.
  • Gangguan pernafasan (gangguan fungsi pernafasan ).
  • Serangan asma akut.
  • Koma.
  • Hipertrofi prostat dengan pembentukan residu resin.
  • Glaucoma sudut sempit.
  • Penyakit saluran pencernaan.
  • Wanita hamil atau menyusui.
Penggunaan untuk bayi dan anak:
  • Codipront tidak boleh digunakan pada anak kurang dari 2 tahun karena beresiko meningkatkan depresi pernafasan.
  • Karena penggunaan kodein dikontraindikasikan pada penderita dengan serangan asma akut, sedang batuk kronik pada anak-anak umumnya merupakan gejala awal dari asma bronchial maka Codipront tidak boleh digunakan untuk sedasi pada kondisi batuk seperti ini.

EFEK SAMPING
  • Mual dan muntah kemungkinan akan timbul pada permulaan pengobatan.
  • Ketergantungan setelah pemakaian dosis tinggi terutama pada penderita yang sensitif dapat menyebabkan gangguan koordinasi visio-motorik dan kapasitas visual. Juga dapat menyebabkan depresi pernafasan dan euphoria.
  • Pruritus, reaksi kulit ( kemerah-merahan ) sangat jarang terjadi, dyspnoea, mulut kering, gangguan tidur, telinga berdengung (jarang diamati).
  • Pada kasus individual dapat menimbulkan kenaikan berat badan.
  • Kodein akan meningkatkan tonus otot polos (seperti otot intestinal, otot ginjal) terutama setelah pemberian dosis tunggal lebih dari 60 mg.
  • Dosis tinggi atau kelebihan dosis dapat menyebabkan sinkope dan tekanan darah turun, edema pulmonal dapat terjadi pada pasien dengan gejala awal gangguan fungsi pulmonal.
  • Efek samping biasanya berkurang setelah pengurangan dosis dan biasanya dapat dicegah dengan pemberian yang hati-hati dan menyesuaikan dosisnya secara individual.
  • Reaksi hipersensitlvitas pada pasien yang sensitif terhadap kandungan paraben ( dalam sirup ).

PERINGATAN DAN PERHATIAN
  • Jika batuk masih tetap berlangsung lebih dari 1 minggu atau kemudian disertai demam, rash atau sakit kepala, konsultasikan ke dokter.
  • Pemberian pada penderita-penderita sebagai berikut harus dengan sangat hati-hati, penderita dengan depresi sistim saraf pusat berat, depresi pernafasan, alkoholisme akut, penyakit pulmonal akut.
  • Hati-hati pemberian pada penderita dengan kelainan convulsive, gangguan fungsi ginjal dan hati, demam, hipotiroidism, penyakit Addison, colitis ulserosa, hipertrofi prostat, penderita yang baru menjalani bedah saluran pencernaan atau saluran kemih.
  • Dapat menyebabkan atau memperburuk konstipasi.
  • Pada dosis tinggi dapat terjadi hipotensi bagi penderita hipovolemia.

DOSIS DAN CARA PENGGUNAAN
-KAPSUL
Menurut petunjuk dokter.
Anak-anak diatas 14 tahun dan dewasa 2 kali sehari 1 kapsul pada pagi dan sore hari.

-SIRUP
Kecuali disebutkan lain dalam resep oleh dokter, diminum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari:
Anak-anak:2 - 4 tahun:½ sendok @ 5 ml ( 2,5 ml)
4 - 6 tahun:1 sendok @ 5 ml ( 5,0 ml )
6 - 14 tahun:2 sendok @ 5 ml (10,0 ml)
Diatas 14 tahun dan dewasa:3 sendok @ 5 ml ( 15,0 ml )

Obat sebaiknya diminum sebelum tidur.
Codein tidak boleh digunakan untuk anak-anak kurang dari 2 tahun. Dalam kasus individual kegagalan ginjal atau penderita lanjut usia dosis sebaiknya ditentukan oleh dokter. Petunjuk pengobatan dan lamanya pengobatan ditentukan oleh dokter. Codipront tidak boleh digunakan setelah melewati kadaluarsa.
Simpan hati-hati jauhkan dari jangkauan anak-anak.

INTERAKSI OBAT
  • Pemberian Codipront bersama dengan obat sentral depresan (misal: psikofarmaka, barbiturat, beberapa macam analgesik dan antialergi/ antihistamin ) akan menimbulkan potensiasi sedasi dan mendepresi pernafasan.
  • Kombinasi Codipront dengan alkohol akan mengurangi kemampuan psikomotor (kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah yang kompleks) lebih kuat dibandingkan masing-masing komponen oleh karena itu kombinasi ini tidak diperbolehkan.
Catatan:
  • Kodein mempunyai potensi ketergantungan primer. Penggunaan jangka lama dengan dosis tinggi menyebabkan toleransi yang sama dengan ketergantungan fisik dan mental.
  • Kebiasaan terhadap pemakaian kodein menyebabkan kebiasaan terhadap opiat lainnya dan sebaliknya.
  • Pada kasus sudah adanya ketergantungan terhadap opiat, penggunaan obat harus diperhitungkan karena dapat meningkatkan resiko kekambuhan terhadap ketergantungan tersebut.
  • Sekalipun digunakan sesuai petunjuk, kodein dapat mempengaruhi reaktivitas seperti gangguan pada saat menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor atau aktivitas berbahaya lainnya, ini harus dihindari sedikitnya selama permulaan terapi.
  • Dokter harus mengambil keputusan untuk setiap kasus individual dengan mempertimbangkan reaktivitas dan dosis individual.
  • Kombinasi kodein dengan alkohol atau obat-obat yang mempengaruhi sistim saraf kemungkinan dapat meningkatkan efek sedasi dan depresi pernafasan. Kombinasi alkohol dengan kodein/feniltoloksamin mengurangi kapasitas psikomotor ( seperti kemampuan untuk berkonsentrasi, persepsi situasi yang berbahaya ) lebih kuat dibanding masing-masing komponen. Bila dipakai dalam kombinasi seperti di atas maka pasien harus menghindari untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor/menjalankan mesin atau melakukan kegiatan berbahaya lainnya.
  • Sirup Codipront mengental bila didiamkan dan akan mencair jika dikocok (sebelum digunakan) sifat ''thixotropic'' ini menjamin keseragaman distribusi zat aktif dan pemberian dosis secara tepat.

KEMASAN
-Codipront kapsul
Dus 1 blister @ 10 kapsul/ No. Reg. DNL7412415501A2
Dus, botol @ 100 kapsul/ No. Reg. DNL7412415501A1
-Codipront sirup
Dus, botol @ 60 ml/No. Reg. DNL7412415637A1

Simpan pada suhu kamar ( 25-30°C ) terlindung dari cahaya

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT. KIMIA FARMA
JAKARTA - INDONESIA
Continue reading...

Tuesday, September 30, 2014

Intercon

INTERCON®
KRIM - SALEP

KOMPOSISI:
INTERCON® Krim
Tiap gram krim mengandung
Mometasone furoate anhydrous ............. 1 mg

INTERCON® Salep
Tiap gram salep mengandung
Mometasone furoate anhydrous ............. 1 mg

KHASIAT:
Mometasone furoate, suatu kortikosteroid sintetik, memiliki sifat-sifat antiinflamasi, antipruritik dan vasokonstriktif.

INDIKASI:
Meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid seperti psoriasis dan dermatitis atopik.


KONTRA INDIKASI :
  • Penderita yang mempunyai riwayat hipersensitivitas terhadap Mometasone furoate atau kortikosteroid yang lain.
  • Seperti kortikosteroid topikal yang lain, Mometasone furoate dikontraindikasikan untuk beberapa infeksi karena virus pada tuberkulosis kulit, acne rosacea, dermatitis perioral, infeksi kulit karena jamur dan kondisi-kondisi ulserasi.

PERINGATAN / PERHATIAN:
  • Bila terjadi iritasi atau sensitisasi dengan pemakaian produk INTERCON® pengobatan harus dihentikan dan diberikan terapi yang sesuai.
  • Bila ada infeksi, harus diberikan preparat antifungal atau antibakteri yang sesuai. Bila respon yang diinginkan tidak segera terjadi dengan kortikosteroid harus dihentikan sampai infeksi teratasi dengan baik.
  • Jangan digunakan pada wanita hamil, kecuali bila potensi manfaatnya lebih besar daripada resikonya terhadap janin.
  • Karena keamanan dan manfaatnya pada anak-anak di bawah 2 tahun belum dapat dibuktikan, pemakaian obat ini tidak dianjurkan.
  • Jangan digunakan untuk pengobatan dermatitis diaper.

EFEK SAMPING:
Efek samping lokal yang dilaporkan antara lain rasa terbakar, pruritus dan atrofi kulit. Efek samping lokal berikut ini jarang dilaporkan pada pemakaian kortikosteroid topikal, tetapi lebih sering terjadi karena pemakaian dengan kasa pembalut, yaitu: iritasi, kulit kering, folikulitis, hipertrikosis, erupsi menyerupai jerawat, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergik, infeksi sekunder, stria dan miliaria.

ATURAN PAKAI:
Oleskan tipis-tipis pada daerah yang sakit sehari sekali. Jangan ditutup dengan kasa pembalut.

KEMASAN:
INTERCON® Krim
Dus,Tube isi 10 g netto
Reg. No. DKL0317620129A1

INTERCON® Salep
Dus.Tube isi 10 g netto
Reg. No. DKL0317620030Al

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh
PT. Interbat
Jl. H.R.M. Manqundiprojo no. 1
Buduran. Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia
Continue reading...

Monday, September 29, 2014

Interzol

INTERZOL®
KRIM 2%
HANYA UNTUK PEMAKAIAN PADA KULIT

KOMPOSISI:
Tiap gram krim mengandung:
Ketoconazole ....................... 20 mg

KHASIAT:
INTERZOL® Krim mengandung Ketoconazole merupakan antifungi derivat imidazol yang diberikan secara topikal digunakan untuk pengobatan infeksi karena Tinea sp., Candida sp. dan Pityriasis versicolor. Ketoconazole merupakan golongan imidazol yang menghambat biosintesis ergosterol yang merupakan komponen vital dari membran sel jamur.


INDIKASI:
  • Infeksi pada kulit yang disebabkan karena dermatofit antara lain: Tinea corporis, Tinea cruris, Tinea pedis yang disebabkan Trichophyton rubrum, T mentagrophytes dan Epidermophyton f1occosum; Tinea (Pityriasis) versicolor yang disebabkan oleh Malassezia furfur (Pityrosporum orbiculare); cutaneous candidiasis yang disebabkan oleh Candida spp.
  • Seborrheic dermatitis.

KONTRA INDIKASI :
Penderita yang hipersensitif terhadap Ketoconazole.

EFEK SAMPING:
Jarang terjadi, kadang-kadang iritasi, rasa panas, dermatitis, pruritus.

PERINGATAN / PERHATIAN:
  • Tidak boleh digunakan pada mata.
  • Tidak dianjurkan pada wanita hamil, karena keamanan penggunaannya belum diketahui.
  • Bila terjadi iritasi atau sensitisasi hentikan pengobatan.
  • Perlu dibuat keputusan pada ibu menyusui apakah menghentikan menyusui atau menghentikan pemberian obat dengan melihat pentingnya obat bagi si ibu.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak-anak belum dapat dipastikan.

ATURAN PAKAI:
  • Oleskan 1 - 2 kali sehari, pada tempat yang terinfeksi tergantung beratnya infeksi.
  • Perbaikan klinis akan segera terlihat beberapa hari setelah pengobatan, namun infeksi Candida, Tinea cruris, Tinea corporis perlu diobati selama 2 minggu untuk mencegah kemungkinan kambuh.
  • Pasien dengan Tinea versicolor biasanya dibutuhkan pengobatan selama 2 minggu.
  • Pasien dengan Tinea pedis biasanya dibutuhkan pengobatan selama 6 minggu.
  • Seborrheic dermatitis dibutuhkan pengobatan selama 4 minggu atau sampai gejala hilang.
  • Bila setelah pengobatan tidak ada perbaikan klinik, diagnosa perlu ditegakkan kembali.

KEMASAN:
Tube isi 5 g netto
Reg. No.: DKL9617611829A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN DI BAWAH 25°C 
TERLINDUNG DARI CAHAYA
JANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI PEMBEKU

Diproduksi oleh
PT. Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no. 1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia
Continue reading...

Sunday, September 28, 2014

Fenolip

FENOLIP®
Kapsul

KOMPOSISI:
Tiap FENOLIP® 100 kapsul mengandung Fenofibrate 100 mg
Tiap FENOLIP® 300 kapsul mengandung Fenofibrate 300 mg

CARA KERJA OBAT:
Fenofibrate menurunkan kolesterol darah 20 - 25% dan trigliserida darah 40 - 45%. Reduksi kolesterol darah melalui penurunan rasio aterogenik dari fraksi low density (VLDL dan LDL).
Obat ini memperbaiki distribusi kolesterol plasma melalui reduksi rasio kolesterol total terhadap HDL yang meningkat selama hiperlipidemia aterogenik.

INDIKASI:
  • Hiperkolesterolemia (tipe IIa)
  • Hipertrigliseridemia endogen murni (tipe IV)
  • Hiperlipidemia kombinasi (tipe IIb dan III)
  • Bila terapi dietetik yang sesuai tidak memadai, bila kolesterol total darah setelah diet masih tinggi, dan atau bila ada faktor resiko yang terkait. Tetap melanjutkan diet merupakan hal yang esensial.

KONTRA INDIKASI:
  • Penderita gangguan fungsi hati dan kegagalan ginjal.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap fenofibrate.
  • Penderita dengan penyakit kantung empedu.
  • Anak-anak.

EFEK SAMPING:
Jarang terjadi dan ringan, biasanya berupa:
  • Gangguan gastrointestinol ± 5%.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Sakit kepala, fatigue, vertigo.
  • Peningkatan sementara enzim transaminase dan kadar krestin fosfokinase.

PERINGATAN DAN PERHATIAN:
  • Bila setelah pemberian beberapa bulan (3 - 6 bulan) tidak tercapai reduksi lipid serum secara memuaskan, terapi lain (pelengkap atau pengganti) harus dipertimbangkan.
  • Monitor secara berkala kadar transaminase, yaitu tiap 3 bulan selama 12 bulan pertama terapi.
  • Hentikan terapi sementara pada kasus peningkatan SGPT yang melebihi 100 IU. Jangan kombinasikan fenofibrate dengan obat hepatotoksik.
  • Kehamilan: hasil berbagai studi pada hewan tidak menunjukkan efek teratogenik dengan tidak adanya data akurat pada manusia, hasil eksperimental ini tidak boleh disimpulkan bebas dari malformasi kongenital pada manusia. Tanda-tanda embriotoksik terlibat pada tikus (rats) maka fenofibrate tidak direkomendasikan digunakan oleh wanita hamil.
  • Menyusui: Dengan tidak adanya informasi tentang distribusi fenofibrate dalam air susu ibu, maka tidak dianjurkan selama masa menyusui.
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada anak-anak karena keamanan penggunaannya belum mantap.

INTERAKSI OBAT:
Fenofibrete mempotensiasi efek antikoagulan oral dan peningkatan resiko perdarahan melalui penurunan ikatan terhadap protein plasma sehingga sebaiknya dosis dikurangi menjadi ± 1/3 nya pada awal terapi dengan fenofibrate, dan perlu dilakukan pengaturan dosis antikoagulan oral sesuai waktu prothrombin selama terapi dengan fenofibrate dan 8 hari setelah terapi fenofibrate.

DOSIS:
Dewasa:
Dosis awal terapi 3 x sehari 100 mg, atau: 300 mg/ hari diberikan sebagai dosis tunggal. Jika setelah melakukan diet kadar kolesterol tetap › 4 g/ L, dosis dapat ditingkatkan menjadi 4 x sehari 100 mg.
Dosis awal harus ditinjau kembali sampai kadar kolesterol kembali normal. Jika kolesterol telah normal dianjurkan pemberian 2 x sehari 100 mg disertai pemeriksaan kolesterolemia setiap 3 bulan. Jika terjadi lagi peningkatan kadar lipida dalarn darah, maka diberikan kemba1i dosis awalnya (3 x sehari 100 mg).

KEMASAN:
FENOLIP® 100
Dus, 3 strip@ 10 kapsul
No. Reg.: DKL 1015621001A1

FENOLIP® 300
Dus, 3 strip@ 10 kapsul
No. Reg.: DKL 1015621001B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan pada suhu kamar (25 - 30)° C,
kering dan terlindung dari cahaya

Diproduksi oleh:
p.t. meprofam 
BANDUNG - INDONESIA
Continue reading...

Saturday, September 27, 2014

Revolan

REVOLAN®
Piracetam
Kapsul, Kaplet salut film, Injeksi (i.m./ i.v.)

KOMPOSISI
Kapsul:
Tiap kapsul mengandung Piracetam 400 mg.

Kaplet:
Tiap kaplet salut film mengandung Piracetam 800 mg.

Injeksi:
Tiap ml mengandung Piracetam 200 mg.

FARMAKOLOGI
REVOLAN® mengandung Piracetam, adalah suatu nootropic agent yaitu obat psikotropik yang langsung mempengaruhi fungsi, telencephalic yang lebih tinggi pada otak, melibatkan proses kognitif. misalnya yang berhubungan dengan pembelajaran, memori/ daya ingat, pikiran dan kesadaran, baik dalam situasi normal ataupun tidak normal tanpa bersifat sebagai sedatif atau psikostimulan.
Piracetam mempengaruhi berbagai aktivitas SSP dengan cara kerja yang berbeda: memodulasi neurotransmisi otak, meningkatkan kondisi metabolis untuk plastisitas neural dan meningkatkan mikrosirkulasi tanpa bersifat sebagai vasodilator.
Pada tingkat periferal, Piracetam meningkatkan mikrosirkulasi. Pada tingkat vaskuler. Piracetam bertindak sebagai antispasmodik, Pada darah, Piracetam, meningkatkan sifat reologis, Piracetam aman dan baik untuk dikonsumsi.

INDIKASI
REVOLAN® diindikasikan untuk:
  • Gejala pasca trauma: disfungsi serebral akibat pasca trauma (sakit kepala, vertigo, agitasi, gangguan ingatan dan astenia),
  • Gejala involusi yang berhubungan dengan usia lanjut: kemunduran daya pikir, astenia, gangguan adaptasi dan gangguan reaksi psikomotorik.
  • Alkoholisme kronik dan adiktif: pre-delirium, delirium, gangguan fungsi dan kemunduran inteligensia (gangguan ingatan, konsentrasi pikiran, perhatian dan inteligensia), pengobatan detoksifikasi (untuk gangguan karena penghentian obat secara mendadak, gangguan dan defisiensi nafsu makan).
  • Injeksi digunakan untuk terapi infark serebral.

KONTRA·INDIKASI
  • Hipersensitif terhadap Piracetam,
  • Penderita dengan gangguan fungsi ginjal yang berat (bersihan kreatinin ‹ 20 ml/menit)
  • Penderita dengan perdarahan otak.

EFEK SAMPING
  • Efek samping yang pernah dilaporkan: nervousness, iritabilitas, insomnia, ansietas, tremor dan agitasi. Pada beberapa pasien dilaporkan: fatigue dan somnolence.
  • Efek samping terjadi umumnya pada orang dewasa dengan dosis diatas 2,4 g per hari.
  • Gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare, gastralgia), vertigo dan sakit kepala.

PERHATIAN
  • Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal,
  • Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui,
  • Hati-hati penghentian obat secara mendadak karena dapat menyebabkan kejang mioklonik,

INTERAKSI OBAT
  • Pemberian bersamaan dengan warforin akan meningkatkan waktu protrornbin.
  • Pernah dilaporkan bahwa pemberian bersamaan dengan ekstrak tiroid (T3 + T4) dapat menyebabkan konfusi, iritabilitas dan insomnia.

DOSIS
Injeksi
1 gram (1 ampul) 3 kali sehari (i.m./ i.v.).

Kapsul dan kaplet
  • Gejala psikoorganik yang disebabkan usia lanjut, Dosis awal: 2,4 g per hari (6 kapsul @ 400 mg atau 3 kaplet @ 800 mg), terbagi dalam 3 dosis, Diberikan selama 6 minggu. Dosis pemeliharaan: 1 ,2 g per hari (3 kapsul @ 400 mg atau 1,5 kaplet @ 800 mg) terbagi dalam 3 dosis,
  • Gejala pasca trauma, Dosis awal: 2,4 g per hari (6 kapsul @ 400 mg atau 3 kaplet @ 800 mg) terbagi dalam 3 dosis. Bila sudah dtperoleh efek yang diinginkan, dosis dapat dikurangi secara bertahap sampai dengan 1,2 g per hari (3 kapsul @ 400 mg atau 1 ,5 kaplet @ 800 mg) terbagi dalam 3 dosis, Dosis umum: 1,2 - 4,8 g per hari terbagi dalam 2 atau 3 dosis.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PENYIMPANAN
Simpan pada suhu kamar (25°- 30°C),

KEMASAN
REVOLAN® 400 Kapsul:-
Dus isi 10 strip @ 10 kapsul
No. Reg.: DKL0522240301Al

REVOLAN® 800 Kaplet salut fiim:
Dus isi 5 strip @ 10 kaplet
No. Reg,: DKL0522240409A1

REVOLAN® Injeksi:
Dus isi 10 ampul @ 5 ml
No. Reg.: DKL0522240843A1

Dus isi 5 ampul @ 15 ml
No. Reg.: DKL0522240843A1

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia
Continue reading...
 

Followers

Add to Technorati FavoritesTopOfBlogsobat, info, tablet,syrup, injection, ampul, cream, ointment, solution, blogarama - the blog directoryBlog Directory & Search engineMedicine Blogs - Blog Catalog Blog Directory Health Free Page Rank ToolPowered by  MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free
review http://www.obatinfo.com on alexa.com

Masukkan alamat email anda di bawah ini untuk mendapatkan informasi obat terbaru

   

ObatInfo.com hanya memberikan informasi-informasi yang tertera pada kemasan dan brosur obat serta dari berbagai sumber. Informasi-informasi di ObatInfo.com tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter anda, bila memiliki masalah kesehatan. ObatInfo.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/ penyalahgunaan informasi-informasi yang disajikan disini.

ObatInfo.com | all about drugs Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts