Recent Posts

Recent Comments

Sunday, April 19, 2015

Pospargin

POSPARGIN®
Methylergometrine maleat

Komposisi
Tiap tablet salut selaput mengandung :
Metilergometrina maleat ............................................... 0.125 mg

Tiap ml larutan injeksi mengandung:
Metilergometrina maleat ............................................... 0.2 mg

Farmakologi
Metilergometrina maleat merupakan amina dengan efek uterotonik yang menimbulkan kontraksi otot uterus dengan cara meningkatkan frekuensi dan amplitudo kontraksi pada dosis rendah dan meningkatkan tonus uterus basal pada dosis tinggi. Mekanisme kerjanya merangsang kontraksi otot uterus dengan cepat dan poten melalui reseptor ex-adrenergik sehingga menghentikan perdarahan uterus. Dibandingkan dengan alkaloid golongan ergotamina. maka efek pada pembuluh darah perifer lemah dan jarang meningkatkan tekanan darah.

Farmakokinetik
Metilergometrina diabsorbsi cepat dan hampir sempurna, baik pada pemberian oral, intramuskular dan i.v. injeksi. Pada pemberian oral bioavailabilitasnya kurang lebih 60%, kadar puncak plasma dicapai setelah 30 menit. Absorbsinya lebih lambat pada gastrointestinal puerperium, kadar maksimum plasma dicapai setelah 3 jam. 35% metilergometrina terikat dengan protein plasma. Hanya sebagian kecil metilergometrina yang ditemukan pada ASI (kurang dari 0,3% dari dosis yang diminum). Pada pemberian oral 0.125 mg tiga kali sehari, jumlah metilergometrina yang ditemukan pada ASI hanya 1,3 μg. Efek kontraksi uterus terjadi 5 -15 menit setelah pemberian per oral dan 2 - 5 menit setelah penyuntikan i.m. Pada penyuntikan i.v., efek kontraksi uterus terjadi dengan segera (30 - 60 detik). Kontraksi uterus ini berlangsung selama 3 jam atau lebih pada pemberian per oral dan penyuntikan i.m., pada penyuntikan i.v. bertahan sampai dengan 2 jam. Metilergometrina didistribusi cepat dengan volume distribusi 0.33 - 0.67 L/kg, dibandingkan total cairan tubuh. Eliminasinya terutama melalui empedu dikeluarkan bersama feses.

Indikasi
  1. Mencegah dan mengobati pendarahan pasca persalinan dan pasca abortus, termasuk pendarahan uterus karena sectio caesaria.
  2. Penanganan aktif kala III pada partus.
  3. Pendarahan uterus setelah placenta lepas, atoni uterus, subinvolusi uterus pada puerperium. lokhiometra.

Kontraindikasi
  1. Penggunaan untuk induksi atau augmentasi partus sebelum persalinan.
  2. Hipertensi, termasuk hipertensi karena kehamilan (pre-eklampsia, eklampsia).
  3. Abortus iminens.
  4. Inersia uterus primer dan sekunder.
  5. Kehamilan.
  6. Hipersensitivitas.

Dosis dan cara pemakaian
  1. Sectio caesarea: setelah bayi dikeluarkan secara ekstraksi. i.m. l ml atau i.v. 0,5 sampai 1 mL.
  2. Penanganan aktif kala III: i.m. 0.5 sampai 1 ml (0,1 - 0,2 mg) setelah kepala atau bahu interior keluar atau selambat-lambatnya segera setelah bayi dilahirkan.
  3. Kala III pada partus dengan anestesi umum: i.v. 1 ml (0,2 mg).
  4. Atoni uterus: i.m. 1 ml atau i.v. 0,5 sampai 1 ml.
  5. Membantu involusi uterus: 1 tablet 3 kali sehari, umumnya 3 - 4 hari.
  6. Pendarahan puerperal, subinvolusi, lokhiometra: 1 atau 2 tablet 3 kali sehari, atau i.m. 0,5 - 1 ml sehari.

Peringatan dan perhatian
  1. Suntikan intravena diberikan secara lambat. Penggunaan secara i.v.,  jangan digunakan rutin karena adanya kemungkinan meningkatnya tekanan darah dan serangan serebrovaskuler. Bila penggunaan i. v. sangat diperlukan sebagai 'life-saving", berikan perlahan-lahan minimum 60 detik dengan pengawasan tekanan darah.
  2. Pada letak sungsang, POSPARGIN® baru diberikan setelah bayi dilahirkan, pada partus kembar, setelah bayi terakhir dilahirkan.
  3. Sepsis berat atau menetap.
  4. Penyakit vaskuler perifer.
  5. Penyakit jantung iskemik.
  6. Gangguan fungsi ginjal dan hati.

Efek samping
Mual, muntah dan sakit perut dapat terjadi pada pemberian dosis yang besar. Hipertensi dapat terjadi terutama setelah penyuntikan i.v. yang cepat. Dilaporkan timbulnya kelainan-kelainan kulit, nyeri kepala atau reaksi-reaksi kardiovaskular seperti vertigo, takikardia atau bradikardia.

Overdosis
Gejala-gejala overdosis yang akut termasuk mual, muntah, diare, hipo atau hipertensi, rasa haus, kedinginan, kesemutan dan gatal pada kulit, denyut nadi tidak teratur, bingung, konvulsi dan gangguan kesadaran. Pengobatan keracunan akut ini harus simptomatis. Bila obatnya baru dimakan lakukan bilas lambung dan emesis. Jika perlu, pengobatan spesifik atau simptomatis yang dapat dilakukan: mengawasi fungsi sistem kardiovaskular dan pernafasan pada kasus spasme arteri: vasodilator. Bila sedasi diperlukan: diazepam atau barbiturat.

Kemasan
Tablet salut selaput 0.125 mg :
Dos isi 10 strip x 10 tablet
Reg. No. DKL 0111631317Al

Injeksi 0,2 mg/ml :
Dos isi 10 ampul @ 1 ml
Reg. No. DKL 0111631443A1

Tablet salut selaput:
Simpan di bawah suhu 30°C
lindungi dari cahaya dan lembab.

Injeksi:
Simpan di bawah suhu 8°C
Hindari dari cahaya langsung.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

PT KALBE FARMA Tbk.
Bekasi - Indonesia

Continue reading...

Saturday, April 18, 2015

Albiotin

ALBIOTIN®
Clindamycin HCl

Composition
Each capsule contains :
Clindamycin HCl equivalent to Clindamycin 300 mg

Each capsule contains :
Clindamycin HCl equivalent to Clindamycin 150 mg

Each capsule contains :
Clindamycin HCl equivalent to Clindamycin 75 mg

Each 5 ml of suspension contains :
Clindamycin palmitate HCl equivalent to Clindamycin 75 mg


Pharmacology
Clindamycin is a semi-synthetic derivative of lincomycin. It is a primarily bacteriostatic. However, depending on the antibiotic concentration, the organism's susceptibility, and the size of the inoculum, bactericidal activity has been demonstrated against some organism. Clindamycin has been shown to have in vitro activity against isolates of the following organisms
  • Aerobic gram positive cocci, including : Staphylococcus aureus. Staphylococcus epidermidis. Streptococci, and Pneumococci.
  • Anaerobic gram negative bacilli, including : Bacteroides species and Fusobacterium species.
  • Anaerobic gram positive nonsporeforming bacilli, including : Propionibacterium, Eubacterium, Actinomyces species.
  • Anaerobic and microaerophilic gram positive cocci, including : Peptococcus species, Peptostreptococcus species, and Microaerophilic streptococci.

Clindamycin HCl is rapidly absorbed after oral administration. Absorption of an oral dose is virtually complete (90%), and the concomitant administration of food does not appreciably modify the serum concentration; serum levels have been uniform and predictable from person to person and dose to dose. A single oral dose of 150 mg produces peak serum level of 2.50 mcg/ml in 45 minutes. Serum level studies following multiple doses for up to 14 days show no evidence of accumulation or altered metabolism of drug.
Clindamycin is widely distributed in body fluids and tissues. The average biologic half-life is 2.4 hours. Approximately 10% of the bio-activity is excreted in the urine and 3.6 hours in the feces; the remainder is excreted as bio-inactive metabolites.
Blood levels studies comparing Clindamycin palmitate HCl, with Clindamycin HCl show that both products reach their peak active serum levels at the same time, indicating a rapid hydrolysis of the palmitate to the Clindamycin. Multiple-dose studies in newborns and infants up to 6 months of age show that the drug does not accumulate in the serum and is excreted rapidly.

Indications
ALBIOTIN® is indicated in the treatment of serious infections caused by susceptible anaerobic bacteria. It is also indicated in the treatment oi serious infections due to susceptible strains of streptococci, pneumococci, and staphylococci.

Contraindications
Individuals with a history of hypersensitivity to preparations containing clindamycin or lincomycin.

Dosage and administration 
ALBIOTIN® capsules
Adults :
Serious Infections: 150 to 300 mg every 6 hours.
More severe Infections: 300 to 450 mg every 6 hours.

ALBIOTIN® dry ,syrup
Children:
Serious Infections:
8 to 16 mg/kg/day divided into 3 or 4 equal doses.
More severe Infections: 16 to 20 mg/kg/day divided into 3 or 4 equal doses.


Warning and precautions
  1. Diarrhea and colitis have been reported with the use of clindamycin. The appearance of marked diarrhea should be regarded as an indication that the product should be discontinued immediately.
  2. Safety for use in pregnancy has not been established.
  3. Should be used with caution in individuals with a history of gastrointestinal disease,  particularly colitis.
  4. Patients with renal disease and/or hepatic disease should be dosed with caution and periodic liver and kidney function tests and blood counts should be performed.
  5. For infection caused by β-hemolytic streptococci a minimum of 10 days treatment is recommended to prevent the occurrence of acute rheumatic lever or acute glomerulonephritis.
  6. Should super infections and over growth of yeasts occur, appropriate measures should be taken.

Adverse reactions
In general ALBIOTIN® is well tolerated. Side effects referable to the gastro-intestinal tract include abdominal discomfort, diarrhea, colitis, nausea, and vomiting.

Presentation
ALBIOTIN® 300 mg capsules: Box of 3 strips x 10 capsules Reg. No. DKL9311613101C1
ALBIOTIN® 150 mg capsules: Box of 3 strips x 10 capsules Reg. No. DKL9111613101B1
ALBIOTIN®  75 mg capsules: Box of 3 strips x 10 capsules Reg. No. DKL9111613101A1
ALBIOTIN® dry syrup: Bottle of 60 ml Reg. No. DKL9111613038A1

Protect from light.
Store at lemperature below 30°C.

ON MEDICAL PRESCRIPTION ONLY. 
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Manufactured by :
PT DANKOS FARMA, Jakarta· Indonesia

For:
PT KALBE FARMA Tbk., Bekasi - Indonesia
Continue reading...

Friday, April 17, 2015

Kalticol

KALTICOL®
Tiamfenicol

Komposisi
Tiap kapsul mengandung:
Tiamfenikol ................................................. 500 mg

Tiap 5 ml suspensi mengandung:
Tiamfenikol ................................................. 125 mg

Farmakologi
Tiamfenikol adalah derivat metilsulfon dari kloramfenikol. Obat ini mempunyai spektrum antibakteri yang luas dan mirip dengan kloramfenikol : aktif terhadap kebanyakan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, beberapa spesies riketsia dan beberapa protozoa, tetapi tidak aktif terhadap jamur dan virus.
Tiamfenikol diabsorpsi dengan baik dari saluran cerna dan dengan mudah memasuki cairan serebrospinal, tulang, mukus bronkus dan sputum. Sebagian besar obat ini tidak dimetabolisme dalam tubuh tetapi diekskresi utuh dalam urin. Oleh karena itu dicapai kadar yang tinggi dalam darah dan jaringan, terutama dalam ginjal, hepar, saluran empedu dan usus.


Indikasi
  1. Obat pilihan utama untuk demam tifoid, demam paratifoid, dan bakteremia yang disebabkan oleh Salmonella spesies.
  2. Infeksi berat lain seperti (bila obat pilihan utamanya tidak dapat diberikan):
    • Infeksi oleh H. influenzae
    • Meningitis oleh N. meningitidis atau S. pneumoniae
    • Infeksi riketsia
    • Bruselosis
    • Infeksi urogenital, termasuk gonore ) oleh kuman yang sensitif terhadap tiamfenikol.
    • Infeksi saluran nafas

Kontraindikasi
  1. Penderita yang hipersensitif terhadap tiamfenikol atau kloramfenikol.
  2. Penderita dengan gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.

Peringatan dan perhatian
  1. Oleh karena KALTICOL® dapat menyebabkan anemia aplastik yang fatal, maka obat ini tidak boleh digunakan untuk:
    • infeksi ringan seperti batuk pilek, influenza, infeksi tenggorokan, dll.
    • pencegahan infeksi bakteri.
    • infeksi yang dapat diobati dengan obat yang lebih aman.
    • infeksi yang penyebabnya belum diketahui dengan pasti, kecuali pada infeksi berat tertentu seperti tersangka demam tifoid atau infeksi riketsia, dan meningitis pada anak.
  2. Hitung sel darah harus dilakukan sebelum pemberian KALTICOL® segera bila muncul sakit tenggorokan atau infeksi mendadak lainnya selama terapi, dan secara berkala pada penggunaan jangka panjang atau dosis besar. Bila hitung sel darah menurun secara bermakna, obat harus segera dihentikan.
  3. Pengulangan pengobatan dengan KALTICOL® sedapat mungkin harus dihindarkan. Pengobatan tidak boleh lebih lama dari yang diperlukan untuk menghasilkan kesembuhan dengan sekecil mungkin resiko kambuh.
  4. Hindarkan pemberian bersama obat lain yang dapat menyebabkan depresi sumsum tulang.
  5. Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (dosis harus dikurangi).
  6. Hati-hati terhadap kemungkinan timbulnya superinfeksi bakteri atau jamur.
  7. Hati-hati bila digunakan pada bayi prematur dan bayi baru lahir (umur kurang dari 4 minggu). Jangan melampaui dosis yang dianjurkan dan segera hentikan obat bila muncul tanda-tanda dini sindroma Gray.
  8. Keamanan pada wanita hamil dan menyusui masih belum mapan.

Efek samping
  1. Diskrasia darah. KALTICOL® menyebabkan depresi sumsum tulang yang berhubungan dengan besarnya dosis dan reversibel bila obat dihentikan. Tetapi obat ini juga menyebabkan anemia aplastik yang ireversibel dan fatal, meskipun tampaknya lebih jarang dibandingkan kloramfenikol.
  2. Reaksi hipersensitif, misalnya "rash", urtikaria, dan anafilaksis (jarang).
  3. Gangguan saluran cerna, misalnya mual, muntah dan diare.
  4. Sindroma Gray dapat terjadi pada bayi prematur dan bayi baru lahir (umur kurang dari 4 minggu). Kadar toksik terakumulasi dalam darah dan jaringan akibat belum sempurnanya proses eliminasi obat. Kesembuhan total biasanya terjadi bila obat segera dihentikan sewaktu tanda-tanda dini baru muncul.
  5. Superinfeksi bakteri dan jamur dapat terjadi selama terapi dengan KALTICOL® terutama pada terapi jangka panjang.

Dosis dan cara pemberian
Dewasa: Sehari 3 - 4 x 500 mg.
Anak: 20 - 30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 6 atau 8 jam.
  • Sirup kering yang telah dilarutkan harus dipakai dalam waktu 1 bulan.
  • Pada infeksi-infeksi yang berat, misalnya demam tifoid, salmonelosis lain, meningitis, infeksi riketsia, bruselosis, dan lain-lain, dalam minggu pertama pengobatan, dosis dapat ditingkatkan sampai 3 g sehari untuk dewasa dan 50 mg/kg/hari untuk anak. 
  • Lama pengobatan bervariasi dari beberapa hari sampai 2 - 3 minggu tergantung dari jenis infeksi dan respons klinis. Pada demam tifoid dan paratifoid, lama pengobatan sedikitnya 2 minggu.
  • Gonore: dosis tunggal 2,5 g sekali telan, 1 jam setelah makan.

Kemasan
Kapsul 500 mg:
Dos isi 5 strip x 10 kapsul.
Reg. No. DKL8811606801B1

Sirup kering:
Botol isi 60 ml.
Reg. No. DKL 8811607038A1

Simpan pada suhu kamar (di bawah 30°C)
Lindungi dari panas dan cahaya

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT KALBE FARMA Tbk.
Bekasi - Indonesia
Continue reading...

Thursday, April 16, 2015

Valisanbe Injeksi

VALISANBE®
Diazepam
Injeksi (i.m./i.v.)

Tiap ml mengandung:
Diazepam ..................................... 5 mg

FARMAKOLOGI
VALISANBE® mengandung diazepam yang mempunyai efek kerja spesifik pada behavioural system di otak.
Diazepam juga berkhasiat menenangkan mental, menstabilkan saraf otonom dan menimbulkan efek hipnotik-sedatif.
VALISANBE® juga memiliki efek merelaksasi otot, sehingga sangat berguna pada pengobatan penyakit-penyakit muskuloskeletal.

INDIKASI
Keadaan neurotik, keadaan psikosomatik, gejala-gejala withdrawal alkohol, status epileptikus dan pra operasi.

KONTRA-INDIKASI
Glaukoma, miastenia gravis, penderita yang hipersensitif terhadap Diazepam.

EFEK SAMPING
Rasa mengantuk, ataksia, depresi pernapasan, tremor, vertigo, konstipasi, kesukaran berbicara.

PERHATIAN
Penderita yang telah diberi injeksi Diazepam, sebaiknya tidak melakukan pekerjaan berbahaya yang memerlukan kewaspadaan mental penuh seperti mengendarai kendaraan dan bekerja dengan mesin-mesin yang berbahaya. Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan hati. Pemberian preparat parenteral pada penderita usia lanjut atau penderita yang menerima obat-obat depresan saraf pusat atau penderita dengan gangguan pulmonari harus dengan sangat hati-hati karena ada kemungkinan timbulnya apnea, depresi pernapasan atau cardiac arrest.
Hindari penggunaan pada wanita hamil trimester pertama.
Hindari penggunaan jangka panjang karena dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikis.
Hati-hati bila diberikan bersama obat-obat depresan susunan saraf pusat atau alkohol.
Pada wanita yang sedang menyusui tidak ada efek negatif, selama dosis tidak melebihi 10 mg.


INTERAKSI OBAT
  • Hati-hati dalam pemberian Diazepam bersamaan dengan obat antikoagulan karena dapat menghambat kerja dari obat antikoagulan tersebut, tetapi belum terbukti secara klinis.
  • Pemberian bersamaan dengan obat relaksasi otot dapat mempengaruhi kerja obat-obat relaksasi otot tersebut.

DOSIS
Status epileptikus
Dewasa:
5 - 10 mg, jika perlu dapat diulang dengan interval 10 - 15 menit, maksimum 30 mg.

Anak › 5 tahun:
1 mg diberikan secara perlahan-lahan setiap 2 - 5 menit, maksimum 10 mg.

Bayi dan anak-anak (usia 1 bulan sampai 5 tahun):
0,2 - 0,5 mg diberikan secara perlahan-lahan setiap 2 - 5 menit, maksimum 5 mg.

Bila pemberian secara intravena tidak dapat dilakukan, VALISANBE® dapat diberikan secara intramuskular.

Tetanus atau kejang otot berat
Dewasa:
5 - 10 mg, jika perlu dapat diulang dengan interval 3 - 4 jam.

Anak-anak:
1 - 2 mg diberikan secara perlahan-lahan, jika perlu dapat diulang dengan interval 3 - 4 jam.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Dus, isi 10 ampul @ 2 ml.
No. Reg.: DPL8722202343A1

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk (15° - 25° C), terlindung dari cahaya.

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia
Continue reading...

Wednesday, April 15, 2015

Sagestam Injeksi

SAGESTAM®
Gentamicin
Injeksi i.m./i.v.

Tiap ml mengandung:
Gentamisin Sulfat yang setara dengan 40 mg Gentamisin.

FARMAKOLOGI
Gentamisin Sulfat, suatu antibiotika aminoglikosida yang memiliki efek bakterisidal.
Gentamisin Sulfat diabsorpsi dengan cepat setelah pemberian intramuskular.
Gentamisin Sulfat terutama aktif terhadap bakteri Gram negatif aerob termasuk Enterobacteriaceae (seperti Escherichia coli) dan Pseudomonas aeruginosa. Juga aktif terhadap Staphylococcus aureus.


INDIKASI
  • Infeksi serius yang disebabkan oleh strain-strain mikroorganisme yang rentan sebagai berikut: Pseudomonas aeruginosa, Proteus sp., Escherichia coli, Klebsiella Enterobacter-Serratia sp., Citrobacter sp. dan Staphylococcus sp.
  • Efektif terhadap sepsis neonatal, septikemia dan infeksi serius pada sistem saraf pusat (meningitis), infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, saluran pencernaan, (termasuk peritonitis), kulit, tulang dan jaringan lunak (termasuk luka bakar).

KONTRA-INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap Gentamisin atau aminoglikosida lainnya,


EFEK SAMPING
  • Nefrotoksisitas.
  • Neurotoksisitas: Efek samping pada cabang vestibularis dan auditoris dari saraf kranial kedelapan pernah dilaporkan, terutama pada penderita dengan gangguan ginjal dan pada penderita yang mendapat pengobatan dosis tinggi dan/ atau jangka panjang. Gejala meliputi pusing, vertigo, tinitus, telinga berdengung dan kehilangan pendengaran.
  • Anemia, purpura, demam.
  • Pertumbuhan mikroorganisme yang tidak rentan.

PERHATIAN
  • Penderita yang diobati dengan Gentamisin injeksi harus di bawah observasi klinik yang ketat.
  • Peningkatan nefrotoksisitas telah dilaporkan terjadi pada pemakaian aminoglikosida dan sefalosporin secara bersamaan.
  • Keamanan penggunaan pada wanita hamil belum diketahui dengan pasti.
  • Hati-hati pada penderita dengan gangguan neuromuskulara, seperti myasthenia gravis, karena obat ini dapat memperburuk kondisi lemah otot,
  • Penting dilakukan pengawasan terhadap fungsi ginjal sebelum dan setelah pengobatan dengan Gentamisin atau aminoglikosida lain pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan lanjut usia.

DOSIS
SAGESTAM®dapat diberikan secara intramuskular atau intravena. Sebelum pengobatan, berat badan penderita harus diketahui untuk perhitungan dosis yang tepat.
Penderita dengan fungsi ginjal normal:
Dewasa:
Infeksi serius:
3 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis tiap 8 jam.

Pada keadaan kritis:
dosis dapat dinaikkan sampai 5 mg/kg berat badan per hari, dibagi dalam 3 atau 4 dosis.

Neonatus prematur atau cukup bulan umur ≤ 1 minggu:
5 mg/kg berat badan per hari (2,5 mg/kg diberikan tiap 12 jam).

Bayi (umur lebih dari 1 minggu sampai l tahun):
7,5 mg/kg berat badan per hari (2,5 mg/kg diberikan tiap 8 jam). .

Anak-anak: 6 - 7,5 mg/kg berat badan per hari (2,0 - 2,5 mg/kg diberikan tiap 8 jam).

Dosis untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal harus disesuaikan.
Penyesuaian dosis dilakukan dengan memperpanjang interval antar pemberian dari dosis lazim. Interval ini (dalam jam) dapat diperkirakan dengan mengalikan kadar kreatinin dalam serum (mg/
100 ml) dengan 8.
Bila diberikan secara intravena, Gentamisin dapat dilarutkan dalam dekstrosa 5% atau injeksi NaCl isotonik.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Dus isi 5 ampul @ 2 ml
No. Reg.: DKL9322213443A2

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk (15°- 25°C), terlindung dari cahaya.

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia
Continue reading...
 

Followers

Add to Technorati FavoritesTopOfBlogsobat, info, tablet,syrup, injection, ampul, cream, ointment, solution, blogarama - the blog directoryBlog Directory & Search engineMedicine Blogs - Blog Catalog Blog Directory Health Free Page Rank ToolPowered by  MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free
review http://www.obatinfo.com on alexa.com

Masukkan alamat email anda di bawah ini untuk mendapatkan informasi obat terbaru

   

ObatInfo.com hanya memberikan informasi-informasi yang tertera pada kemasan dan brosur obat serta dari berbagai sumber. Informasi-informasi di ObatInfo.com tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter anda, bila memiliki masalah kesehatan. ObatInfo.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/ penyalahgunaan informasi-informasi yang disajikan disini.

ObatInfo.com | all about drugs Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts