Recent Posts

Recent Comments

Friday, March 27, 2015

Profilas

Profilas
Ketotifen
Profilaksis serangan asma

Komposisi:
Tiap tablet mengandung ketotifen hidrogen fumarat ekivalen dengan ketotifen 1 mg
Tiap ml sirup mengandung ketotifen hidrogen fumarat ekivalen dengan ketotifen 0,2 mg

Farmakologi:
PROFILAS mengandung ketotifen, yaitu suatu obat dengan aktivitas antiasma dan antialergi, untuk profilaksis dan pengobatan jangka panjang pada alergi bronkial. PROFILAS sangat efektif untuk mencegah serangan asma, karena khasiat antianafilaktiknya yang nyata dan efek antihistamin yang khas. Hasil uji laboratorik baik invitro maupun in viva menunjukkan bahwa khasiat antianafilaktiknya disebabkan oleh:
  • Penghambatan fosfodiesterase, sehingga meningkatkan kadar "Cyclic-AMP" dalam "Mast Cells"
  • Hambatan terhadap pelepasan mediator kimiawi penyebab spasme bronkus semacam histamin dan terutama SRS-A (Slow Reacting Substance of Anaphylaxis) dari "Mast Cells" jaringan, basofil dan jaringan paru-paru.
  • Penghambatan terhadap penyerapan ion kalsium selluler.
PROFILAS akan melindungi pasien dari serangan asma, dengan mengurangi hiperreaktivitas bronkus, menurunkan frekuensi, lama dan tingkat keparahan serangan asma. Beberapa penderita bahkan dapat dibebaskan sama sekali.
Karena aktivitasnya sebagai obat profilaksis, PROFILAS memungkinkan pengurangan terapi simptomatik dengan bronkodilator dan kortikosteroid oral.
PROFILAS juga berkhasiat menghambat reaksi terhadap histamin secara mantap. Pada binatang percobaan mencegah atau mengurangi keparahan reaksi terhadap kulit dan bronkhi. Dalam hal ini PROFILAS bekerja seperti faktor pemantap "Mast Cells", suatu hal yang jelas berbeda dengan antihistamin konvensional.
PROFILAS terbukti aktif pada pemberian peroral, penyerapan obat ke dalam tubuh hampir sempurna, konsentrasi maksimal plasma tercapai dalam 2 - 4 jam dan masa kerjanya panjang, sehingga cukup diberikan dua kali sehari.
Konsentrasi plasma pada anak-anak mirip. dengan konsentrasi pada orang dewasa yang mendapat dosis yang sama, oleh karena itu dianjurkan untuk anak berumur lebih dari 3 tahun diberikan dosis untuk orang dewasa.


Indikasi:
  • Pengobatan profilaksis jangka panjang pada asma bronkial (semua bentuk, termasuk bentuk campuran).
  • Pengobatan simptomatis pada keadaan alergi termasuk rinitis dan dermatitis.
  • Tidak efektif untuk mengobati serangan asma yang sedang berlangsung.

Peringatan dan perhatian:
Bila pengobatan dengan PROFILAS dimulai, jangan menghentikan dengan tiba-tiba obat antiasma yang sedang diberikan pada penderita. Terutama hal ini berlaku untuk kortikosteroid dan ACTH.
Meskipun belum ada bukti efek teratogenik, PROFILAS hanya diberikan pada wanita hamil jika keadaan memerlukan benar.
Untuk anak di bawah umur 3 tahun belum didapat pengalaman yang cukup untuk disimpulkan. Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai motor atau menjalankan mesin. Hindarkan penggunaan bersama alkohol.

Efek samping:
Sedasi dan pada beberapa kasus terjadi mulut terasa kering dan sedikit pusing pada awal terapi. Tetapi biasanya menghilang secara spontan setelah beberapa hari kemudian. Mereka yang mudah terkena pengaruh sedatif, sebaiknya dimulai dengan dosis setengah tablet. PROFILAS dapat menimbulkan kenaikan berat badan.

Interaksi obat:
PROFILAS dapat memperkuat efek dari sedatif, hipnotik, antihistamin dan alkohol. Pemberian bersama-sama antidiabetik oral sebaiknya dihindari.

Dosis:
Dewasa:
Sehari 2 kali 1 tablet (bersama makan pagi atau petang).
Jika perlu dosis dapat dinaikkan sampai 2 kali 2 mg sehari.

Anak-anak:
0,125 ml sirup (setara dengan 0,025 mg ketotifen) per kg berat badan, sehari 2 kali.
14 - 18 kg : sehari 2 kali 2 ml (0,4 mg).
19 - 25 kg : sehari 2 kali 3 ml (0,6 mg).
26 - 35 kg : sehari 2 kali 4 ml (0,8 mg).
     › 35 kg : sehari 2 kali 5 ml (1,0 mg), atau sehari 2 kali 1 tablet (1 mg).

Kemasan:
Kotak berisi 10 strip x 10 tablet. No. Reg. : DKL8704404610A2
Kotak berisi   5 strip x 10 tablet. No. Reg. : DKL8704404610A1
- Diproduksi oleh: PT. DANKOS FARMA, Jakarta - Indonesia

Botol berisi sirup 60 ml. No. Reg. : DKL8704404737A1
- Diproduksi oleh: PT. HEXPHARM JAYA, Cipanas - Indonesia.

Untuk: PT. DANKOS FARMA, Jakarta - Indonesia.

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT DANKOS FARMA, JAKARTA-INDONESIA
Continue reading...

Thursday, March 26, 2015

Floksid

FLOKSID®
CIPROFLOXACIN

Komposisi:
FLOKSID 250 mg
Tiap tablet selut selaput mengandung Ciprofloxacin HCl setara dengen Ciprofloxacin 250 mg

FLOKSID 500 mg
Tiap kaplet selut selaput mengandung Ciprofloxacin HCl setara dengan Ciprofloxacin 500 mg

Farmakologi :
Floksid merupakan salah satu obat sintetik derivat quinolon. Mekanisme kerjanya adalah menghambat aktivitas DNA gyrase dari bakteri, bersifat bakterisidal dengan spektrum luas terhadap bakteri Gram -positif maupun Gram - negatif. Floksid diabsorbsi secara cepat dan baik melalui saluran cerna, bioavailabilitasnya antara 69-86%, kira-kira 16-40% terikat pada protein plasma dan didistribusi ke berbagai jaringan serta cairan tubuh. Metabolisme terjadi di hati dan diekskresi terutama melalui urin.

Indikasi:
Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap Ciprofloxacin antara lain:
  • Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis.
  • Uretritis dan servisitis gonore.
  • Infeksi saluran cerna, termasuk tifoid dan paratifold.
  • Infeksi saluran pernafasan, kecuali pneumonia akibat streptococcus.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi tulang dan sendi.

Kontra Indikasi:
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hipersensitif terhadap Ciprofloxacin.
  • Anak-anak, remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Efek samping:
  • Saluran cerna: mual, muntah, diare, gangguan saluran cerna, nyeri abdomen, flatulensi, anoreksia.
  • Sistem saraf: pusing, sakit kepala, rasa letih, insomnia, agitasi, gemetar.
  • Reaksi hipersensitivitas: ruam kulit, rash.
  • Terhadap renal/ Urogenitas: nefritis interstisial, gangguan fungsi ginjal termasuk gagal ginjal yang transien, polyuria, retensi urine, pendarahan uretal, vaginitis, asidosis. 
  • Hati: hepatitis
  • Kardiovaskuler, jarang: takikardia, palpitasl atrial flutter, sinlope, hipertensi.
  • Darah: eosinofilia, leukositosis, anemia.
  • Nilai laboratorium: kadar transeminase dan alkalifosfatase dalam darah mungkin meningkat untuk sementara, ikterus kulestatik dapat terjadi terutama pada pasien yang pernah mengalami kelainan peningkatan kadar urea, kreatinin, bilirubin darah secara transien, hiperglikemia pada kasus tertentu,  kristaluria dan hematuria.
  • Lain-lain, jarang: nyeri sendi, lemah seluruh tubuh, nyeri otot, tendovaginitis, fotosensitivitas ringan, tinitus, gangguan pendengaran terutama frekwensi tinggi, epitaxis, laryngial, hiccough, hemoptysis dyspnea, bronkospasme, pulmonary embosym.

Peringatan dan perhatian:
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Hati-hati pemberian pada penderita gangguan ginjal.
  • Untuk menghindari kristaluria maka tablet sebaiknya ditelan dengan air yang banyak.
  • Hati-hati pemberian pada usia lanjut. Pada kasus epilepsi yang pernah mengalami gangguan saraf pusat (misalnya ambang kejang rendah, riwayat konvulsi, aliran darah ke otak berkurang dan stroke). Ciprofloxacin hanya diberikan jika manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya, karena pasien demikian mungkin akan menderita efek samping susunan saraf pusat.
  • Meskipun diminum sesuai dengan resep dokter, obat ini dapat mengganggu respon pasien, kemampuan mengemudi dan menjalanken mesin. Gangguan ini akan lebih berat jika diminum bersama alkohol.
  • Pemberian Ciprofloxacin jangka lama dapat mengakibatkan pertumbuhan yang berlebihan dari mikroorganisme yang kurang peka.
  • Hindarkan penderita dari sinar matahari yang berlebih, bila terjadi fototoksisitas pengobatan segera dihentikan.

Interaksi obat:
  • Pemberian bersamaan dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida harus 1 - 2 jam sebelum pemberian antasida atau minimum 4 jam setelah meminum antasida 
  • Pemberian bersamaan dengan teofilin, dapat meningkatkan kadar teofilin dalam plasma.
  • Kenaikan kadar kreatinin serum untuk sementara terlihat pada pemberian Ciprofloxacin bersama glikosporin. Dalam hal ini kadar kreatinin harus sering dikontrol (2 kali seminggu).
  • Pemberian, bersamaan dengan antikoagulan dapat memperpanjang waktu pendarahan.

Dosis:
  • Infeksi saluran kemih ringan sampai sedang: 2 x 250 mg sehari.
  • Infeksi saluran kemih berat : 2 x 500 mg sehari.
  • Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari.
  • Infeksi saluran cerna ringan sampai sedang: 2 x 250 mg sehari.
  • Infeksi tulang dan sendi, kulit dan jaringan lunak ringan sampai sedang: 2 x 500 mg sehari,
  • Infeksi tulang dan sendi, kulit dan jaringan lunak berat: 2 x 750 mg sehari.
  • Dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal: bila kreatinin kurang dari 20 ml/menit, maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 kali sehari.
  • Lamanya pengobatan tergantung dari beratnya penyakit. Untuk Infeksi akut selama 5 - 10 hari, biasanya pengobatan selanjutnya paling sadikit 3 hari  sesudah gejala klinik hilang.
  • Untuk mencapai kadar yang adequate pada osteomyelitis akut, dosis tidak boleh kurang dari 2 x 750 mg sehari.

Penyimpanan:
Simpan di tempat sejuk (15-25)°C dan kering.

Kemasan:
FLOKSID 250 mg. Box 3 Blister @ 10 Tablet salut selaput No. Reg.: DKL 0033201517A1
FLOKSID 500 mg. Box 3 Blister @ 10 Tablet salut selaput No. Reg.: DKL 0033201609A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT. PROMEDRAHARDJO FARMASI INDUSTRI
Sukabumi - Indonesia

Continue reading...

Wednesday, March 25, 2015

Betametason Krim

BETAMETASON - 0,1%
Krim

KOMPOSISI
Tiap gram krim mengandung : Betametason Valerat 1 mg

KHASIAT:
Betametason Valerat adalah suatu kortikosteroid sintetik yang mempunyai sifat anti inflamasi untuk digunakan secara topikal. Semua cara pemberian topikal dapat diabsorbsi dalam jumlah yang cukup untuk menimbulkan efek sistemik dan menyebal penekanan adrenokortikosteroid.

INDIKASI:
Untuk peradangan kulit yang disebabkan mikroorganisme, zat kimia iritasi termik, trauma atau alergen, eksema diskoid dan atopik, psoriasis.

CARA PEMAKAIAN:
Dioleskan pada daerah radang sebanyak 2 - 3 kali sehari hingga terjadi perbaikan, kemudian dapat diberikan sehari sekali atau lebih jarang. Jika dalam waktu 2 - 4 minggu tidak ada perbaikan, maka pengobatan perlu ditinjau kembali.


PERINGATAN DAN PERHATIAN
  • Pengobatan harap dihentikan bila terjadi iritasi sensitisasi.
  • Bila ada infeksi berikan terapi yang sesuai, respon yang diinginkan tidak segera terjadi hentikan pemberian kortikosteroid sampai infeksi teratasi. 
  • Tidak untuk pemakaian pada mata.
  • Jangan digunakan untuk ibu hamil dalam jumlah yang besar atau jangka waktu yang lama. Absorbsi sistemik kortikosteroid topikal dapat terjadi, sehingga mungkin mengakibatkan penekanan HPA yang reversibel, manifestasi "cushing's syndrome" hiperglikemia dan glikosuria. Kondisi absorbsi sistemik bertambah bila pemakaian kortikosteroid yang lebih poten, overdosis pada permukaan yang luas dan pemakaian yang lama.


EFEK SAMPING:
Seperti kortikosteroid topikal yang lain, pemakaian dalam jumlah besar terus menerus pada daerah yang luas dapat menimbulkan absorbsi sistemik.
  • Pemakaian kortikosteroid topikal menyebabkan efek samping seperti iritasi, kulit kering, folikulitis, hipertrikosis, hipopigmentasi, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, atrofi kulit.
  • Rasa terbakar gatal-getal, acneform eruption.
  • Penipisan kulit, striae dan dilatasi pembuluh darah superfisial.
  • Purpura biasa terlihat di daerah yang kemampuan absorbsinya tinggi seperti pada wajah, leher axilla, perineum dan genital.

KONTRA INDIKASI:
  • Pasien yang hipersensitif terhadap preparat ini.
  • Infeksi primer pada kulit oleh virus.
  • Jangan digunakan untuk pengobatan lesi kulit karena infeksi primer oleh jamur atau bakteri, pruritus genital dan perianal, dermatosis pada anak-anak dibawah umur satu tahun.

KEMASAN / No REGISTRASI
Kotak isi 25 tube @ 5 gram / GKL 9912700129Al

CARA PENYIMPANAN
Simpan ditempat yang sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

PT. KIMIA FARMA Tbk.
MEDAN - INDONESIA
Continue reading...

Tuesday, March 24, 2015

Beclov Injeksi

BECLOV®
Citicoline
Injeksi (i.m./i.v.)

Tiap ml mengandung:
Citicoline ................................................ 125 mg


FARMAKOLOGI
  • Citicoline meningkatkan kerja formation reticularis dari batang otak, terutama sistem pengaktifan formation reticularis ascendens yang berhubungan dengan kesadaran.
  • Citicoline mengaktifkan sistem piramidal dan memperbaiki kelumpuhan sistem motoris.
  • Citicoline meningkatkan konsumsi oksigen dari otak dan memperbaiki metabolisme otak.

INDIKASI
BECLOV® injeksi diindikasikan untuk pasien pada keadaan-keadaan sebagai berikut:
  • Kehilangan kesadaran akibat kerusakan otak, trauma kepala atau operasi otak dan serebral infark.
  • Percepatan rehabilitasi ekstremitas atas pada pasien hemiplegia paska apopleksia serebral; pasien dengan paralisis ekstremitas bawah yang relatif ringan yang muncul dalam satu tahun dan sedang direhabilitasi/ diberi terapi obat oral biasa (dengan obat yang mengaktivasi metabolisme serebral atau memperbaiki sirkulasi otak).

KONTRA-INDIKASI
Hipersensitif terhadap Citicoline dan komponen obat ini.

EFEK SAMPING
Efek samping jarang terjadi, yaitu sebagai berikut:
  • Hipersensitifitas: Ruam.
  • Psikoneurologis: Insomnia, sakit kepala, pusing dan kejang.
  • Saluran pencernaan: Nausea dan anoreksia.
  • Hati: Fungsi hati abnormal.
  • Mata: Diplopia.
  • Gejala syok jarang terjadi tetapi harus dilakukan pengamatan cermat. Jika, ada gejala penurunan tekanan darah, nyeri pada dada, gangguan pernapasan dan urtikaria, segera hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan yang memadai.
  • Lain-lain: Rasa hangat dan perubahan tekanan darah sementara atau malaise. Jika efek samping tersebut terjadi, hentikan pemakaian BECLOV® injeksi.

PERHATIAN
  • Dalam keadaan akut dan gawat, BECLOV® injeksi harus diberikan bersama-sama dengan obat yang dapat menurunkan tekanan otak atau antihemoragi, dan suhu badan dijaga agar tetap rendah.
  • Pemberian secara intravena harus dilakukan sangat perlahan.
  • Perhatian perlu diberikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas.
  • Sebelum penggunaan secara intramuskular, akibat yang mungkin timbul harus diperhatikan dan harus tidak boleh ada efek tersebut pada jaringan, saraf dan lain-lain.
  • Penggunaan secara intramuskular diberikan hanya bila tidak ada efek samping dan harus dibatasi hanya dalam kebutuhan seminimal mungkin.
  • Dalam hal tertentu pengulangan injeksi pada tempat yang sama harus dihindarkan.
  • Perhatian khusus harus diberikan pada bayi prematur, neonotus atau penggunaan pada bayi dan anak-anak.
  • Jika pada penetrasi jarum suntik terasa sangat nyeri dan terjadi aliran balik darah maka jarum suntik harus segera dicabut dan penyuntikan dilakukan pada tempat lain.

DOSIS
  • Kehilangan kesadaran akibat trauma kepala atau operasi otak: 100 - 500 mg, 1 - 2 kali sehari (i.m./i.v.).
  • Kasus gangguan kesadaran pada infark serebral stadium akut: 1000 mg. 1 kali sehari (i.v.) selama 2 minggu berturut-turut.
  • Kasus hemiplegia paska apopleksia: 1000 mg, 1 kali sehari (i.v.) selama 4 minggu berturut-turut. Jika terjadi perbaikan klinis pemberian dilanjutkan 4 minggu lagi.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Dus isi 5 ampul @ 2 ml
No. Reg.: DKL0722244443Al

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk (15° - 25°C) dan kering, terlindung dari cahaya.

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia
Continue reading...

Monday, March 23, 2015

Formyco Tablet

FORMYCO®
Ketoconazole
Tablet

Tiap tablet mengandung:
Ketokonazol .......................................... 200 mg

FARMAKOLOGI
FORMYCO® mengandung Ketokonazol yaitu senyawa turunan imidazol yang memiliki daya anti jamur spektrum luas dan digunakan untuk mengobati infeksi jamur superfisial dan sistemik.
Efek FORMYCO® terhadap ragi dan jamur berhubungan dengan kemampuannya merubah permeabilitas membran sel.
Ergosterol, suatu sterol seluler utama dari jamur, penting dalam memelihara integritas dan fungsi membran sel jamur. Sintesa ergosterol dihambat oleh FORMYCO®
Penghambatan sintesa ergosterol disebabkan oleh kemampuan FORMYCO®menghambat demetilasi lanosterol yang merupakan prekursor dari ergosterol, akibatnya terjadi disorganisasi serta penebalan plasma-lemma dan menurunnya pengambilan zat-zat makanan esensial pada membran sel jamur. Mekanisme tersebut menerangkan efek selektif FORMYCO® terhadap jamur.


INDIKASI
  1. Infeksi jamur sistemik seperti:
    • Kandidiasis
    • Blastomikosis
    • Histoplasmosis
    • Koksidioidomikosis
    • Parakoksidioidomikosis
    • Kromomikosis
  2. Kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obat-obat lain.


KONTRA-INDIKASI
  • Hipersensitivitas terhadap Ketokonazol.
  • Penderita penyakit hati akut dan meningitis kriptokokus.

EFEK SAMPING
Mual dan muntah biasa terjadi, tetapi akan berkurang bila obat diberikan bersama makanan.
Efek samping lain jarang terjadi, yaitu: sakit kepala, pusing, nyeri abdominal, konstipasi, diare, demam dan menggigil, fotofobia, parestesia, gusi berdarah, trombositopenia, ginekomastia dan impoten.
Reaksi hipersensitivitas seperti urtikaria, pruritus.
Insiden dari gangguan fungsi hati yang simtomatis berpotensi menjadi toksisitas hati yang serius sangat rendah (kira-kira 1 dari 15.000 penderita).


PERHATIAN
  • Fungsi hati penderita yang menggunakan ketokonazol harus dimonitor, terutama pada penggunaan jangka panjang atau pada penderita dengan riwayat penyakit hati, karena dapat menyebabkan hepatotoksisitas.
  • Pengobatan harus dihentikan bila terjadi gejala-gejala yang menunjukkan adanya gangguan fungsi hati seperti: letih, mual, ikterus, urin kuning tua atau tinja pucat.
  • Pengobatan dapat diteruskan bila kadar enzim hati sedikit meningkat tanpa disertai gejala-gejala seperti di atas.
  • Keamanan penggunaan pada anak-anak di bawah umur 2 tahun dan wanita hamil belum diketahui dengan pasti.
  • Ketokonazol kemungkinan di ekskresi melalui air susu ibu, maka selama pengobatan sebaiknya tidak menyusui.


INTERAKSI OBAT
  • Induksi enzim mikrosomal hati yang disebabkan oleh rifampisin akan mempercepat metabolisme Ketokonazol.
  • Pemberian bersama Ketokonazol dan siklosporin akan meningkatkan kadar siklosporin dalam darah dan akan meningkatkan pula toksisitasnya terhadap ginjal.
  • Pemberian dengan senyawa-senyawa yang mengurangi sekresi asam lambung (antikolinergik, antasida, H2-bloker) akan menghambat absorpsi Ketokonazol, jika ada indikasi maka harus diberikan tidak kurang dari 2 jam setelah pemberian ketokonazol.
  • Ketokonazol akan meningkatkan waktu protrombin pada beberapa penderita yang mendapat derivat kumarin.


DOSIS
Dewasa:
1 tablet sekali sehari.
Pada infeksi berat atau bila respon klinis kurang memadai dalam waktu yang diharapkan, dosis dapat ditingkatkan sampai 2 tablet sekali sehari.

Anak-anak › 2 tahun: 5 mg/kg berat badan/hari.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN
Dus Isi 5 strip @ 10 tablet.
No. Reg.: DKL9222211910A1

PENYIMPANAN
Simpan pada suhu kamar (25° - 30°C).

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia
Continue reading...
 

Followers

Add to Technorati FavoritesTopOfBlogsobat, info, tablet,syrup, injection, ampul, cream, ointment, solution, blogarama - the blog directoryBlog Directory & Search engineMedicine Blogs - Blog Catalog Blog Directory Health Free Page Rank ToolPowered by  MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free
review http://www.obatinfo.com on alexa.com

Masukkan alamat email anda di bawah ini untuk mendapatkan informasi obat terbaru

   

ObatInfo.com hanya memberikan informasi-informasi yang tertera pada kemasan dan brosur obat serta dari berbagai sumber. Informasi-informasi di ObatInfo.com tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter anda, bila memiliki masalah kesehatan. ObatInfo.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/ penyalahgunaan informasi-informasi yang disajikan disini.

ObatInfo.com | all about drugs Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts