Recent Posts

Recent Comments

Monday, November 24, 2014

Dapyrin

DAPYRIN®
PARACETAMOL

Komposisi
Tiap tablet mengandung paracetamol500 mg
Tiap 5 mL syrup mengandung paracetamol             120 mg

Farmakologi 
Analgesik - antipiretik
  • Sebagai analgesik bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit.
  • Sebagai antipiretik diduga bekerja langsung pada pusat pengatur panas di hipotalamus.
Indikasi
Meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi dan menurunkan demam.

Kontraindikasi
  • Penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Penderita hipersensitif terhadap obat ini.
Peringatan dan perhatian
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal
  • Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak menghilang, segera hubungi Unit Pelayanan Kesehatan.
  • Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.
Dosis
Tablet

Dewasa dan anak › 12 tahun: :1 tablet 3 - 4 kali sehari.

Anak-anak 6 - 12 tahun:½ - 1 tablet 3 - 4 kali sehari.
Sirup

0 - 1 tahun:½sendok takar (5 ml), 3 - 4 kali sehari

1 - 2 tahun:1sendok takar (5 ml), 3 - 4 kali sehari

2 - 6 tahun:1 - 2sendok takar (5 ml), 3 - 4 kali sehari

6 - 9 tahun:2 - 3sendok takar (5 ml), 3 - 4 kali sehari

9 - 12 tahun:3 - 4sendok takar (5 ml), 3 - 4 kali sehari
Atau sesuai petunjuk dokter.

Efek samping
  • Penggunaan jangka lama dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Reaksi hipersensitivitas.
Kemasan:
Box @ 20 strip x 10 tablet, Reg. No.: DBL0408510810A1
Box @ 1 botol netto 60 ml syrup, Reg. No. : DBL0308508637A1

Simpan pada suhu kamar (15 - 30°C), terlindung dari cahaya.

PT. HEXPHARM JAYA
CIPANAS - INDONESIA
Continue reading...

Sunday, November 23, 2014

Gastrolan

GASTROLAN®
Kapsul

KOMPOSISI
Tiap kapsul mengandung:
Lansoprazole .............. 30 mg

CARA KERJA OBAT
Lansoprazole merupakan turunan benzimidazol tersubstitusi merupakan golongan obat proton pump inhibitor yang pada sel parietal lambung dikanalikuli sekretori (daerah penghasil asam) diubah menjadi turunan sulfonamide aktif yang berikatan dengan kelompok sulfhidril (H+,K+) ATP-ase, suatu katalis enzim pada tahap akhir dari sekresi asam. Dengan demikian menyebabkan inaktivasi (H+,K+)ATP-ase dan menghambat sekresi asam lambung.

INDIKASI
Lansoprazole diindikasikan untuk pengobatan:
- Tukak usus 12 jari.
- Tukak lambung rekuren.
- Refluks esofagitis.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap Lansoprazole.


POSOLOGI
  • Tukak usus 12 jari, tukak lambung rekuren: 30 mg sekali sehari selama 4 - 8 minggu.
  • Refluks esofagitis 30 mg sekali sehari selama 4 minggu.
  • Lansoprazole diberikan sekali sehari. Untuk mencapai efek penghambatan asam yang optimal, kesembuhan dan hilangnya gejala dengan cepat, Lansoprazole sebaiknya diberikan pagi hari sebelum makan.
  • Kapsul harus langsung ditelan, tidak boleh digerus atau dikunyah.
  • Pengobatan jangka panjang dengan Lansoprazole tidak dianjurkan.

EFEK SAMPING
  • Lansoprazole ditoleransi dengan baik. Efek samping yang sering terjadi adalah diare, sakit kepala, mual, dan reaksi kulit, tetapi biasanya ringan dan sementara.
  • Efek samping yang lain adalah anorexia, konstipasi, pusing, proteinuria, lesu, dispepsia, mulut kering, urticaria, pruritus, terjadi kenaikan nilai uji fungsi hati yang bersifat sementara dan akan normal kembali.
  • Kadang-kadang dapat terjadi artralgia, edema perifer dan depresi, walaupun jarang, pernah dilaporkan perubahan angka hematologi seperti thrombocytopenia, eosinophilia, leucopenia.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
  • Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan hati, usia lanjut.
  • Tidak dianjurkan pemberian pada wanita menyusui, karena Lansoprazole diekskresikan ke dalam air susu ibu. Bila pemberian Lansoprazole sangat diperlukan, maka menyusui harus dihentikan. 
  • Penggunaan pada wanita hamil sebaiknya dihindari.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak-anak belum dapat ditentukan.

INTERAKSI OBAT
  • Lansoprazole dimetabolisme di hati dan merupakan penginduksi yang lemah dari cytochrome P450, oleh sebab itu ada kemungkinan interaksi dengan obat-obat yang dimetabolisme di hati. Terutama harus hati-hati diberikan bersama-sama dengan obat-obat kontrasepsi oral dan preparat seperti phenytoin, theophylline, warfarin.
  • Tidak menimbulkan efek klinis yang bermakna dengan obat-obat anti-inflamasi non-steroid atau diazepam.
  • Antacid dan sucralfate akan mempengaruhi bioavailabilitas Lansoprazole. Oleh karena itu antasida dan sucralfate sebaiknya diberikan 1 jam setelah minum Lansoprazole.

OVERDOSIS
Akut overdosis dengan antibiotik jarang. Pada keadaan overdosis dilakukan pencucian lambung ditambah pengobatan penunjang yang sesuai.

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk (15 - 25° C) dan kering, terlindung dari cahaya.

KEMASAN
GASTROLAN® kapsul
Dus berisi 2 strip @ 10 kapsul
No. reg.: DKL0435301601A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Dibuat oleh:
PT GRACIA PHARMINDO
Bandung - Indonesia
Continue reading...

Saturday, November 22, 2014

Prazina

prazina

Komposisi:
Tiap tablet mengandung Pyrazinamide USP 500 mg

Sifat:
Prazina (Pyrazinamide) adalah suatu obat antituberkulosis, merupakan analog pyrazine dari niacinamide dengan nama kimia Pyrazinecarboxamide.
Prazina diserap dengan baik melalui saluran pencernaan.

Indikasi:
Prazina dianjurkan untuk diberikan pada pengobatan tuberkulosis, terutama bila obat-obat antituberkulosis lain seperti streptomycin, isoniazide, PAS dan lain-lain tidak dapat dipergunakan berhubung dengan intoleransi maupun resistensi bakteri.
Dapat diberikan setelah rangkaian pengobatan dengan obat-obat primer untuk tuberkulosis aktif, dan hanya diberikan bersama dengan obat-obat antituberkulosis lain yang efektif.

Dosis:
20 - 35 mg tiap Kg bobot tubuh sampai 3 g sehari diberikan dalam 3 - 4 takaran terbagi rata. Atau atas petunjuk dokter.

Kontraindikasi:
Kerusakan hati yang berat
Hati-hati bila diberikan kepada penderita dengan kerusakan ginjal atau penderita dengan sejarah gout.

Perhatian:
Pengamatan fungsi hati (terutama penetuan SGPT dan SGOT) harus dilakukan tiap 2 sampai 4 minggu selama pemberian obat ini. Pemeriksaan sebelum pengobatan dengan obat ini diharuskan, termasuk test in vitro terhadap kultur terbaru M. Tuberkulosis dari penderita seperti pengukuran/ penentuan terhadap obat-obat antituberkulosis lainnya.

Toleransi:
Prazina ditolerir dengan baik pada dosis normal. Anorexia, mual muntah-muntah, arthralgia, malaise demam dapat terjadi.
Konsentrasi dari asam urat dalam plasma dapat meninggi.

Kemasan/ No.Reg.:
Dus isi 100 tablet dalam 25 strip @ 4's/ D.2015499
Dus isi 100 tablet dalam 10 blister @ 10's/ Reg. No. DKL8320601510A2.
Botol berisi 1.000 tablet/ DKL8320601510A1.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

Dibuat oleh:
P.T. ARMOXINDO FARMA.
Cianjur - Indonesia

conmed
CONTROLLED MEDICATIONS Ltd.
Continue reading...

Friday, November 21, 2014

Nodrof

nodrof®
paracetamol, phenylpropanolamine HCl

  • Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (misal: Ephedrine, Pseudoephedrine, Phenylephrine), penderita tekanan darah tinggi berat, dan yang mendapat terapi obat anti depresan tipe penghambat Monoamin Oksidase (MAO).
  • Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur, jantung berdebar dan pusing.
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke, seperti pada penderita dengan berat badan berlebih (over weight) atau penderita usia lanjut.
  • Bila dalam tiga hari gejala flu tidak berkurang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.

KOMPOSISI
Tiap kaplet bersalut selaput mengandung:
Paracetamol650 mg
Phenylpropanolamine HCl              15 mg

CARA KERJA OBAT
Bekerja sebagai analgesik antipiretik, dekongestan hidung.

INDIKASI
Untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala dan hidung tersumbat.

KONTRAINDIKASI
- Lihat box warning.
- Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
- Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat.

ATURAN PAKAI
Dewasa : 3 x sehari 1 kaplet salut selaput.

EFEK SAMPING
Gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, takikardia, aritmia, palpitasi, retensi urin.
Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.

PERINGATAN DAN PERHATIAN 
  • Lihat box warning.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, retensi urin, gangguan jantung dan diabetes melitus.
  • Tidak diajurkan penggunaan pada anak dibawah usia 6 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter. 
  • Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi hati.

INTERAKSI OBAT
Penggunaan bersamaan antidepresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi.

KEMASAN
Kotak berisi 10 alustrip @ 10 kaplet salut selaput.
Reg. No. DTL8722702309A1

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C

P. No. 1
AWAS! OBAT KERAS
Bacalah aturan memakainya

Diproduksi oleh:
PT. Tempo Scan Pacific Tbk,
Bekasi - Indonesia
Continue reading...

Thursday, November 20, 2014

Duviral

DUVIRAL 
LAMIVUDINE 
ZIDOVUDINE
Kaplet

KOMPOSISI:
Tiap Kaplet mengandung:
Lamivudine150 mg
Zidovudine USP                      300 mg

CARA KERJA:
Lamivudine dan Zidovudine merupakan inhibitor HIV-1 dan HIV-2 yang selektif dan poten, Lamivudine menunjukkan efek yang sinergis dengan Zidovudine dalam menghambat replikasi HIV dalam kultur sel. Kedua obat tersebut dimetabolisme secara berurut oleh intrasetuler kinase menjadi 5-trifosfat (TP). Lamivudine-TP dan Zidovudine-TP merupakan substrat dan inhibitor kompetitif HIV reverse transkriptase. Meskipun demikian, aktivitas utama keduanya melalui inkorporasi bentuk monofosfat ke dalam rantai DNA virus, yang menghasilkan terminasi rantai. Lamivudine dan Zidovudine trifosfat memperlihatkan affinitas yang lebih rendah secara signifikan terhadap sel inang DNA polimerase.

INDIKASI:
Duviral diindikasikan untuk pengobatan infeksi HIV pada dewasa dan anak-anak usia › 12 tahun, dengan immunodefisiensi progresif. (jumlah CD4+ 600 sel/mm3).

DOSIS DAN PEMBERIAN:
Dewasa dan anak-anak usia › 12 tahun: 2 kali sehari 1 tablet. Dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.
Terapi menggunakan obat ini harus dalam pengawasan dokter yang berpengalaman dalam pengobatan infeksi HIV.
Bila pengurangan dosis obat ini secara klinik diperlukan, atau bila salah satu komponen (Lamivudine atau Zidovudine) harus dikurangi atau dihentikan, maka digunakan sediaan lamivudine dan Zidovudine yang terpisah.

Gangguan Ginjal:
Konsentrasi Lamivudine dan Zidovudine meningkat pada pasien dengan gangguan ginjal karena penurunan clearance. Karena diperlukan perubahan dosis, maka direkomendasikan penggunaan Lamivudine dan Zidovudine yang terpisah pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal (bersihan kreatinin ‹ 50 ml/menit).

Gangguan Hepatik:
Bersihan Lamivudine sebagian besar melalui ginjal. Berdasarkan pada data keamanan, tidak diperlukan dosis tambahan. Dari data terbatas, pada pasien dengan sirosis dapat terjadi akumulasi Zidovudine karena penurunan glukuronidasi. Oleh karena diperlukan perubahan dosis untuk Zidovudine, disarankan menggunakan sediaan terpisah antara lamivudine dan Zidovudine pada pasien dengan gangguan hepatik berat.

Dosis Pada Usia Lanjut:
Tidak ada data spesifik, meskipun disarankan dilakukan perawatan khusus pada kelompok usia lanjut dikarenakan terjadinya penurunan fungsi ginjal dan perubahan parameter hematologi.

KONTRA INDIKASI:
Pasien yang hipersensitif terhadap Lamivudine, Zidovudine atau bahan pembantu dalam sediaan.
Zidovudine dikontraindikasikan untuk pasien dengan jumlah neutrofil rendah (‹0,75 x 100/L) atau kadar hemoglobin rendah ‹ 7,5 g/dL atau 4,65 mmol/L), sehingga obat ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan kondisi tersebut.

PERINGATAN DAN PERHATIAN:
-Peringatan khusus
Pasien yang mendapat terapi obat ini atau antiretroviral lainnya dapat mengalami infeksi oportunistik dan komplikasi infeksi HIV lainnya. Oleh karena itu pasien hendaknya mendapat pengawasan langsung oleh dokter yang berpengalaman dalam mengobati infeksi HIV.
Pasien hendaknya diberitahu bahwa terapi antiretroviral termasuk menggunakan obat ini, belum terbukti dapat mencegah penularan HIV kepada orang lain melalui kontak seksual atau kontaminasi darah.
-Hematologi
Anemia, neutropenia dan leukopenia dapat terjadi pada pasien dengan gejala penyakit HIV tingkat lanjut yang mendapat terapi Zidovudine, sehingga perlu dilakukan pengawasan terhadap parameter hematologi pada pasien yang menggunakan obat ini. Efek hematologi tersebut tidak muncul sebelum 4 - 6 minggu terapi.
Pada pasien penyakit HIV tingkat mula, reaksi samping hematologi jarang terjadi. Frekuensi pemeriksaan darah tergantung pada kondisi keseluruhan pasien. Misal setiap satu hingga tiga bulan. Penurunan kadar hemoglobin lebih dari 25 % dari batas bawah dan penurunan jumlah neutrofil lebih dari 50 % dari batas bawah membutuhkan pengawasan yang lebih sering.
Penambahan dosis Zidovudine disyaratkan bila terjadi anemia berat atau mielosupresi selama pengobatan dengan Duviral atau pada pasien dengan hemoglobin ‹ 9 g/dL (5,59 mmol/L) atau jumlah neutrofil ‹ 1 x 109/L. Karena penambahan dosis Duviral tidak memungkinkan, maka digunakan sediaan Zidovudine dan Lamivudine yang terpisah. Dokter hendaknya memberikan informasi secara individu pada pengobatan seperti ini.
-Anak-anak
Tidak ada data mengenai penggunaan Lamivudine pada anak-anak. oleh karena itu Duviral tidak diindikasikan untuk anak-anak usia ‹ 12 tahun. Dokter hendaknya memberikan informasi mengenai penggunaan Lamivudine dan Zidovudine.
-Ketidaknormalan hepatik/ asidosis
Jarang terjadi tetapi dapat muncul kejadian asidosis laktat tanpa hipoksamia dan hepatomegali berat disertai steatosis pada pasien yang diobati dengan Zidovudine. Pengobatan dengan Duviral hendaknya ditunda bila terjadi peningkatan kadar aminotransferase, hepatomegali atau asidosis laktat atau metabolik yang tidak diketahui penyebabnya.
-Myopati
Myopati dan miositis, dengan perubahan patologi yang diakibatkan penyakit HIV, seperti pada penggunaan jangka panjang Zidovudine dapat terjadi pada terapi dengan Duviral.
-Penekanan sumsum tulang
Duviral hendaknya digunakan secara hati-hati pada pasien dimana sumsum tulang memiliki jumlah granulosit ‹ 1000 sel/mm3 atau hemoglobin ‹ 9,5 g/dL. 
-Pasien dengan ko infeksi HIV dan virus hepatitis B
Keamanan dan efikasi Lamivudine belum terbukti untuk pengobatan kronik hepatitis B pada pasien yang terinfeksi HIV dan HBV. Pada pasien hepatitis B kronik non infeksi HIVyang diobati dengan Lamivudine, timbulnya resistensi HBV terhadap Lamivudine telah terbukti dan dihubungkan dengan respon pengobatan yang berkurang. Timbulnya varian virus hepatitis B yang dihubungkan dengan resistensi terhadap Lamivudine telah dilaporkan pada pasien terinfeksi HIV yang menerima pengobatan mengandung Lamivudine pada keadaan infeksi bersamaan dengan virus hepatitis B.
-Pasien dengan gangguan fungsi ginjal
Pengurangan dosis Lamivudine dan Zidovudine direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Pasien dengan bersihan kreatinin ‹ 50ml/menit hendaknya tidak mengkonsumsi DUVIRAL.
-Redistribusi lemak
Redistribusi/ akumulasi lemak tubuh termasuk obesitas pusat, lemak dorsocerviks, pembesaran lemak pada bagian permukaan, wajah, pembesaran payudara dan munculnya cushingoid teramati pada pasien yang menerima terapi antiretroviral.

Penggunaan selama kehamilan dan menyusui:
Pemberian Duviral tidak direkomendasikan selama 3 bulan pertama kehamilan kecuali bila keuntungan yang didapat ibu lebih besar daripada resiko terhadap janin.

Kehamilan:
Penelitian reproduksi pada hewan menunjukkan bahwa Duviral melewati plasenta dan terbukti menyebabkan peningkatan kematian embrio pada kelinci (Lamivudine), pada tikus dan kelinci (Zidovudine). Lamivudine tidak memiliki efek teratogenik pada hewan. Pada dosis toksik, Zidovudine yang diberikan pada tikus selama organogenesis menghasilkan peningkatan gangguan pembentukan organ. Tidak terdapat bukti abnormalitas fetal pada dosis yang lebih rendah.
Meskipun penelitian reproduksi pada hewan tidak selalu sama responnya pada manusia, pemberian Duviral selama 3 bulan pertama kehamilan tidak direkomendasikan kecuali bila keuntungan yang didapat pada ibu lebih besar daripada resiko pada fetus.
Keamanan Lamivudine pada kehamilan belum diketahui. Penggunaan Zidovudine pada wanita hamil dengan pengobatan berlanjut setelah bayi lahir, menunjukkan pengurangan rata-rata transmisi HIV ke bayi. Meskipun demikian, tidak ada data mengenai Lamivudine. Sehingga pemberian Duviral selama kehamilan hendaknya dipertimbangkan antara keuntungan dan resikonya.

Wanita menyusui:
Penelitian pada tikus yang menyusui, menunjukkan bahwa pemberian secara oral Lamivudine dan Zidovudine diekskresikan melalui air susu. Tidak diketahui Lamivudine atau Zidovudine yang diekskresikan melalui air susu. Karena diekskresikan melalui air susu, maka direkomendasikan untuk ibu yang mengkonsumsi Duviral hendaknya tidak menyusui bayinya.

INTERAKSI OBAT:
Duviral mengandung lamivudine dan Zidovudine dimana masing-masing obat tersebut memiliki interaksi dengan obat lain, sehingga memungkinkan bila terjadi interaksi Duviral dengan obat lain. Interaksi metabolik dengan Lamivudine rendah karena metabolisme yang terbatas dan ikatan protein plasma yang rendah serta bersihan ginjal yang lengkap. Zidovudine memiliki ikatan protein yang terbatas tetapi dieliminasi terutama melalui konjungasi hepatik menjadi metabolit terglukuronasi yang inaktif.

Interaksi dengan Lamivudine
Pemberian trimetoprim, konstituen kotrimoksazol, menyebabkan peningkatan 40 % Lamivudine dalam darah pada dosis terapetik. Meskipun demikian, kecuali jika pasien mempunyai gangguan ginjal, tidak diperlukan pengaturan dosis lamivudine.
Lamivudine tidak memiliki efek farmakokinetik terhadap kotrimoksazol.
Pemberian kotrimoksazol dengan Duviral pada pasien dengan gangguan ginjal hendaknya dikontrol atau dievaluasi.
Kemungkinan interaksi dengan obat lain yang dlberikan bersamaan hendaknya dipertimbangkan, terutama bila rute eliminasi utamanya melalui ginjal.

Interaksi dengan Zidovudine
Pemberian bersamaan Zidovudine dengan Lamivudine memberikan peningkatan 13% Zidovudine dan peningkatan 28% kadar puncak plasma. Hal ini tidak signifikan dengan keamanan pasien sehingga diperlukan pengaturan dosis. Zidovudine tidak berpengaruh terhadap farmakokinetik Lamivudine.
Kadar feniton dalam darah dilaporkan menurun pada pasien yanq mengkonsumsi Zidovudine, sementara pada pasien lain meningkat. sehingga diperlukan pengontrolan kadar fenitoin pada pasien yang mengkonsumsi Duviral dan fenitoin.
Karena beberapa pasien yang mengkonsumsi Duviral dapat mengalami infeksi opportunistik, hendaknya diberikan terapi profilaksis antimikroba. Terapi profilaksis tersebut dapat menggunakan kotrimoksazol, pentamidin aerosol, pirimetamin dan asiklovir. Data terbatas menunjukkan bahwa probenesid meningkatkan waktu paruh dan daerah di bawah kurva konsentrasi Zidovudine dengan cara menurunkan glukuronidasi. Ekskresi melalui ginjal glukuronida (dan mungkin Zidovudine) menurun dengan adanya probenesid.
Lamivudine dan Zalcitabine dapat menghambat fosforelasi intracellular satu dengan lainnya sehingga penggunaan DUVIRAL yang dikombinasikan dengan Zalcitabine tidak direkomendasikan.
Penggunaan bersamaan DUVIRAL dengan Stavudine dihindari karena hubungan antagonistic dengan Zidovudine telah terbukti secara in vitro.


EFEK SAMPING:
  • Perubahan pada parameter uji laboratorium, termasuk netropenia, trombositopenia, anemia, peningkatan sementara dari serum enzim hati (AST, ALT) dan peningkatan serum amilase.
  • Cardiomypathy.
  • Stomatitis.
  • Kulit: Alopecia, erythema multiforme, sindrom Stevens-Johnson.

Lamivudine
Tidak ada  tanda-tanda klinis atau gejala-gejala pada kasus over dosis DUVIRAL. Hasil tes hematology yang dilakukan tetap normal. Tidak diketahui apakah Lamivudine dapat dibersihkan dengan menggunakan dialysis peritoneal atau hemodialisis.

Zidovudine
Overdosis akut Zidovudine terjadi pada penggunaan di atas 50 g. Hal-hal yang ditemukan secara konsisten adalah nausea dan vomitus. Kejadian lainnya yang dilaporkan adalah sakit kepala, mengantuk, lesu, kebingungan dan terdapat satu laporan grand mal seizure.
Hemodialisis dan peritoneal dialysis hanya mempunyai pengaruh yang kecil terhadap pembersihan Zidovudine dalam darah.

OVERDOSIS:
Tidak antidot untuk DUVIRAL.

KEMASAN/ NO. REG.:
Dus, 1 botol @ 60 kaplet/ DKL0312522004A1

Simpan pada suhu kamar (25 - 30°C), terlindung dari cahaya.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT. KIMIA FARMA
BANDUNG - INDONESIA

Continue reading...
 

Followers

Add to Technorati FavoritesTopOfBlogsobat, info, tablet,syrup, injection, ampul, cream, ointment, solution, blogarama - the blog directoryBlog Directory & Search engineMedicine Blogs - Blog Catalog Blog Directory Health Free Page Rank ToolPowered by  MyPagerank.Net Ping your blog, website, or RSS feed for Free
review http://www.obatinfo.com on alexa.com

Masukkan alamat email anda di bawah ini untuk mendapatkan informasi obat terbaru

   

ObatInfo.com hanya memberikan informasi-informasi yang tertera pada kemasan dan brosur obat serta dari berbagai sumber. Informasi-informasi di ObatInfo.com tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter anda, bila memiliki masalah kesehatan. ObatInfo.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/ penyalahgunaan informasi-informasi yang disajikan disini.

ObatInfo.com | all about drugs Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts