Interpril

09:44
INTERPRIL®
5 mg - 10 mg
TABLET

KOMPOSISI:
INTERPRIL® 5 Tablet
Tiap tablet mengandung: Lisinopril dihydrate setara dengan
Lisinopril .............................. 5 mg
INTERPRIL® 10 Tablet
Tiap tablet mengandung: Lisinopril dihydrate setara dengan
Lisinopril .............................. 10 mg

KHASIAT:
INTERPRIL® mengandung Lisinopril merupakan derivat lysine dari Enalaprilat dari metabolit Enalapril.
INTERPRIL® sebagai penghambat ACE dengan kerja panjang tidak mengandung "Sulphydryl group".
INTERPRIL® sebagai penghambat ACE, mempunyai efek hipotensi yaitu menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II, selain itu juga menyebabkan peningkatan kadar bradikinin di plasma, sehingga tekanan darah turun. Absorbsinya tidak dipengaruhi oleh adanya makanan dan pada pemberian dosis tunggal per oral mula kerja obat tercapai dalam waktu 1 jam, puncak konsentrasi dalam serum tercapai setelah 7 jam dan berlanjut selama 24 jam. Lisinopril tidak terikat dengan serum protein.
INTERPRIL® sebagai antihipertensi dapat dikombinasi dengan antihipertensi lain atau diuretika.

INDIKASI:
  • Pengobatan hipertensi tingkat sedang sampai berat dapat dipergunakan sendiri atau bersama dengan obat antihipertensi lain.
  • Pengobatan payah jantung kongestif sebagai terapi tambahan di samping diuretika dan bila perlu dengan digitalis.
KONTRAINDIKASI:
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Lisinopril.
  • Penderita yang pernah mengalami angioedema dengan penghambat ACE yang lain.
EFEK SAMPING:
  • Hipotensi
  • Oedema angioneurotik pada muka, tungkai, bibir, lidah, glottis, dan atau larynx pernah dilaporkan (jarang).
  • Oedema angioneurotik yang disertai oedema larynx yang berbahaya. Bila ada keterlibatan lidah, glottis atau larynx, cenderung menjadi penyumbatan saluran udara.
  • Reaksi hipersensitlif berupa urtikaria.
  • Pusing, sakit kepala, letih dan diare, batuk, nausea, ruam kulit. palpitasi, hipotensi ortoetatik, nyeri dada, lelah (tidak sering).
PERINGATAN / PERHATIAN :
  • Beberapa penderita hipertensi sebelumnya tidak memperlihatkan tanda-tanda penyakit ginjal mengalami peningkatan ureum dan kreatinin dalam darah ketika ACE inhibitor diberikan bersamaan dengan diuretika.
  • Hati-hati pemberian pada penderita yang volume cairannya sudah terkuras oleh diuretika, diet rendah garam, dialisis, diare atau muntan karena pada penderita ini dapat timbul gejala hipotensi setelah pemberian dosis awal.
  • Sebelum terapi dimulai fungsi ginjal harus dinilai pada penderita hipertensi atau payah jantung kongestif.
  • Gagal ginjal pernah dilaporkan dalam hubungan dengan ACE inhibitor terutama pada penderita payah jantung kongestif berat atau penyakit ginjal.
  • Morbiditas dan mortalitas pada fetus dan neonatus.
    Pemakaian obat penghambat ACE pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan/ kelainan organ pada fetus dan neonatus. bahkan dapat menyebabkan kematian pada fetus dan neonatus.
    Apabila pada pemakaian obat ini ternyata wanita tersebut hamil, maka pemberian obat ini harus dihentikan dengan segera.
    Pada kehamilan pada trimester II dan III dapat menimbulkan gangguan antara lain :
    hipotensi, hipoplasia tengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversibel atau irreversibel dan kematian juga dapat terjadi oligohidramnion , deformasi kraniofasial, perkembangan paru hipoplasi, kelahiran prematur, perkembangan retardasi intra uteri, patenduktusarteriosus.
  • Bayi dengan riwayat dimana selama di dalam kandungan ibunya mendapat pengobatan ACE, harus diobservasi intensif tentang kemungkinan terjadinya hipotensi, oligouria dan hiperkalemia.
  • Keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.
ATURAN PAKAI:
Hipertensi:
dosis inisial : 2,5 mg / hari
dosis pemeliharaan : 10-20 mg / hari.
maksimum 40 mg / hari

Pada penderita yang sebelumnya menggunakan antihipertensi diuretik, sebaiknya dihentikan dulu 2-3 hari sebelum terapi dengan INTERPRIL®.

Payah jantung: dosis inisial 2,5 mg / hari.
Bila mungkin dosis diuretiknya harus dikurangi sebelum pengobatan dimulai. Tekanan darah dan fungsi ginjal harus dimonitor dengan ketat, baik sebelum maupun selama pengobatan.
Timbulnya hipotensi pada dosis awal Lisinopril tidak mengenyampingkan titrasi dosis berikutnya sesudah hipotensi dikoreksi kembali.
Bila pada awal terapi tidak ada gejala hipotensi atau setelah hipotensi diatasi. dosis harus dinaikkan perlahan-lahan, tergantung pada respon penderita sampai diperoleh dosis pemeliharaan yang diberikan sekali sehari dalam dosis tunggal.
Titrasi dosis ini dapat dilakukan dalam waktu 2-4 minggu atau lebih cepat lagi bila ada keluhan dan gejala sisa payah jantung.
Dosis pemeliharaan 10-20mg/ hari.

KEMASAN:
INTERPRIL®5 Tablet
Kotak berisi 3 strip @ 10 tablet
Reg. No.: DKL931760831 OA1
INTERPRIL®10 Tablet
Kotak berisi 3 strip @ 10 tablet
Reg. No.: DKL931760831 OB1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh:
PT. Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no. 1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔

loading...