loading...
Tampilkan postingan dengan label Antihistamines and Antiallergics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antihistamines and Antiallergics. Tampilkan semua postingan

Fexofed

16:30 Add Comment
Fexofed
FEXOFED
Fexofenadine HCl, Pseudoephedrine HCl
kaplet lepas lambat

Komposisi
Tiap kaplet lepas lambat mengandung:
Fexofenadine HCl60mg
Pseudoephedrine HCl                             120mg

Deskripsi
Kaplet FEXOFED terdiri dari Fexofenadine HCl 60 mg dalam bentuk immediate-release dan Pseudoephedrine HCl 120 mg dalam bentuk extended-release.
Fexofenadine HCl adalah serbuk kristal berwarna putih hingga hampir putih. Mudah larut dalam metanol dan etanol, sukar larut dalam air dan aseton, serta sangat sukar larut dalam kloroform.
Pseudoephedrine HCl adalah serbuk kristal berwarna putih sampai kekuning-kuningan, dan memiliki bau yang tidak khas. Sangat larut dalam air, mudah larut dalam alkohol dan larut sebagian dalam kloroform.

Farmakologi
Farmakodinamik
Fexofenadine HCl (metabolit utama Terfenadine) adalah antihistamin H1, perifer selektif, tidak memiliki efek sedatif atau efek SSP lainnya.
Pseudoephedrine HCl adalah simpatomimetik amin yang aktif pada pemberian oral dan berkhasiat sebagai dekongestan pada mukosa hidung, sehingga merupakan zat yang efektif untuk menghilangkan kongesti nasal pada rinitis alergika. Pseudoephedrine menimbulkan efek perifer dan sentral yang serupa dengan Ephedrine, tetapi kekuatannya lebih lemah dibandingkan dengan Amfetamin. Pseudoephedrine berpotensi untuk menimbulkan efek samping eksitasi. Pada dosis oral yang dianjurkan, efek terhadap tekanan darah sangat lemah atau tidak ada pada orang dewasa normotensi.

Farmakokinetik
Farmakokinetik Fexofenadine HCl dan Pseudoephedrine HCl secara terpisah telah diketahui. Pada pemberian tablet Fexofenadine HCl 60 mg dan Pseudoephedrine HCl 120 mg dosis tunggal, Fexofenadine dengan cepat diabsorpsi, dan waktu mencapai kadar maksimum rata-rata Fexofenadine dalam plasma sebesar 191 ng/ml adalah 2 jam setelah pemberian. Sedangkan kadar maksimum Pseudoephedrine dalam plasma sebesar 206 ng/ml, dicapai dalam waktu 6 jam setelah diberikan. Kadar puncak Fexofenadine dalam plasma adalah sama pada remaja (12 - 16 tahun) dan dewasa. Sekitar 5 % dari dosis total akan dimetabolisme. Fexofenadine terikat dengan protein plasma sebanyak 60 - 70 %, terutama dengan albumin dan α-asam glikoprotein. Eliminasi utama melalui feses dan urin.
Waktu paruh eliminasi Pseudoephedrine adalah 4 - 6 jam tergantung dari pH urin. Waktu paruh eliminasi akan menurun pada pH urin ‹ 6 dan dapat meningkat pada pH urin › 8. Sekitar 55-75% dosis tunggal Pseudoephedrine HCl akan diekskresikan di dalam urin dalam bentuk utuh, sedangkan sisanya dimetabolisme di dalam hati. Bioavailabilitas Fexofenadine HCl dan Pseudoephedrine HCl BD serupa dengan pemberian tersendiri. Kecepatan atau jumlah Pseudoephedrine yang diabsorpsi tidak dipengaruhi oleh makanan. Pemberian bersama dengan makanan yang tinggi lemak menurunkan konsentrasi Fexofenadine dalam plasma. Waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi maksimum (Tmax) diperlambat sampai 50%. Oleh karena itu, direkomendasikan agar menghindari pemberian bersama dengan makanan.

Indikasi
Untuk menghilangkan gejala rinitis alergika pada dewasa dan anak-anak ≥ 12 tahun. Gejala-gejala yang dapat diatasi termasuk bersin-bersin, hidung berair (rhinorrhea), hidung/ palatum gatal atau tenggorokan gatal, mata merah/ gatal/ berair, dan sumbatan hidung.
Pemberian antihistamin Fexofenadine HCl dan dekongestan mukosa hidung Pseudoephedrine HCl hanya bila benar-benar diperlukan.

Dosis dan cara pemberian
Dosis yang dianjurkan untuk dewasa dan anak-anak ≥ 12 tahun adalah 1 kaplet 2 kali sehari.
Dosis 1 kaplet sehari dianjurkan sebagai dosis awal pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal.
Pemberian FEXOFED bersama dengan makanan sebaiknya dihindari.


Kontraindikasi
  • Karena mengandung Pseudoephedrine, maka pasien dengan glaukoma sudut tertutup, retensi urin, atau yang sedang dalam pengobatan dengan penghambat MAO (Monoamine Oxidase) tidak boleh diberi obat ini, atau dapat diberikan setelah 14 hari menghentikan penggunaan obat penghambat MAO.
  • Pasien dengan hipertensi berat atau penyakit jantung koroner yang berat, hipersensitif atau idiosinkrasi terhadap komponen obat ini atau terhadap zat adrenergik atau terhadap obat lain yang mempunyai susunan kimiawi yang serupa. Manifestasi idiosinkrasi terhadap zat adrenergik berupa insomnia, pusing, lemah, tremor atau aritmia.
  • Pada pasien yang hipersensitif terhadap komponen dalam FEXOFED.

Peringatan dan perhatian
Peringatan
Obat-obatan simpatomimetik harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung iskemik, peningkatan tekanan intraokular, hipertiroid, gangguan ginjal atau hipertrofi prostat. Obat-obatan simpatomimetik dapat merangsang susunan saraf pusat (SSP) disertai kejang atau kolaps kardiovaskular disertai hipotensi.


Perhatian
  • Pasien dengan penurunan fungsi ginjal harus diberikan dosis awal yang lebih rendah (1 kaplet/ hari) karena terdapat penurunan eliminasi dari Fexofenadine dan Pseudoephedrine. Jika muncul gejala gelisah, pusing atau tidak bisa tidur, hentikan penggunaan obat ini dan konsultasi ke dokter. Pasien juga harus diingatkan untuk menghindari penggunaan antihistamin dan dekongestan lain bersama dengan obat ini.
  • Kaplet jangan dikunyah atau dibelah, tetapi harus ditelan dalam bentuk utuh dan diminum saat lambung kosong.
  • Karena ada komponen Pseudoephedrine, menjadi perhatian digunakan pada pasien yang menderita hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung iskemia, meningkatnya tekanan intraokular, hipertiroid, gagal ginjal atau hipertrofi prostat.
  • Diinformasikan kepada pasien untuk mengkonsumsi FEXOFED hanya dengan resep dokter. Produk ini tidak dapat digunakan pada pasien yang hipersensitif terhadap salah satu atau kedua komponen yang terkandung. Karena mengandung komponen Pseudoephedrine, produk ini tidak dapat digunakan pada pasien yang menderita glaukoma sudut sempit, retensi urin atau pasien yang menerima obat penghambat MAO atau baru dapat digunakan setelah 14 hari menghentikan obat penghambat MAO. Selain itu tidak dapat digunakan pada pasien yang menderita hipertensi berat atau penyakit arteri koroner berat. Diinformasikan pula bahwa obat ini hanya dapat digunakan pada ibu hamil dan menyusui hanya bila manfaat yang didapat lebih besar dibandingkan risikonya terhadap janin atau bayi yang disusui.
  • Penggunaan pada usia lanjut: dosis selektif harus diperhatikan bila digunakan pada pasien usia lanjut, umumnya dimulai pada dosis terendah, karena pada usia lanjut lebih mudah menyebabkan penurunan fungsi hepar, ginjal, jantung dan penyakit lain yang menyertai atau mengunakan terapi dengan obat lain. Komponen pseudoephedrine diekskresikan melalui ginjal dan risiko toksik dari obat ini lebih besar pada pasien yang mengalami kegagalan fungsi ginjal, menjadi perhatian pada pasien usia lanjut karena umumnya telah terjadi penurunan fungsi ginjal. DOSIS selektif harus menjadi perhatian dan selalu melakukan penilaian fungsi ginjal.

Interaksi obat
  • Pemberian bersama dengan obat-obat antihipertensi yang mempengaruhi aktivitas simpatetik (contoh Methyldopa, Mecamylamine dan Reserpine) akan menyebabkan penurunan efek obat anti hipertensi.
  • Pemberian bersama dengan digitalis akan menyebabkan peningkatan aktivitas dari pacemaker ektopik.
  • Hati-hati pada pemberian bersama dengan amin simpatomimetik lainnya karena kombinasi obat-obat ini dapat menimbulkan efek pada sistem kardiovaskuler yang berbahaya bagi pasien.

Kehamilan dan menyusui
Penggunaan pada kehamilan: Obat ini sebaiknya digunakan pada kehamilan hanya jika potensi keuntungan lebih besar daripada potensi risiko terhadap fetus.
Penggunaan pada masa menyusui: Tidak diketahui apakah Fexofenadine diekskresikan dalam ASI. Karena banyak obat yang diekskresikan ke ASI, maka pemberian Fexofenadine HCl pada wanita menyusui harus hati-hati. Pemberian Pseudoephedrine HCl tersendiri akan didistribusikan ke dalam ASI dan konsentrasi dalam ASI lebih tinggi daripada dalam plasma. Oleh karena itu, pemberian obat ini harus hati-hati pada wanita menyusui. Sebaiknya diputuskan untuk menghentikan pemberian ASI atau menghentikan penggunaan obat dengan mempertimbangkan pentingnya penggunaan obat oleh sang ibu.

Efek samping
Seluruh efek samping yang dilaporkan pada pemberian Fexofenadine HCl/ Pseudoephedrine HCl dalam bentuk kombinasi yaitu sakit kepala, insomnia, mual, dispepsia, radang tenggorokan, nyeri punggung, infeksi saluran nafas atas, nyeri abdomen, mulut kering, pusing, agitasi, gelisah, ansietas dan palpitasi. Obat-obatan simpatomimetik berkaitan dengan efek yang tidak menguntungkan lainnya seperti ketakutan, ansietas, tegang, tremor, halusinasi, kejang, bengkak, kesukaran bernapas, disuria dan kolaps kardiovaskuler.
Komponen Pseudoephedrine HCl dapat merangsang efek SSP ringan pada pasien yang sensitif. Gugup, otot terasa lemah, pusing, letih atau insomnia dapat terjadi. Sakit kepala, mengantuk, takikardia, palpitasi, aktivitas peningkatan tekanan darah dan aritmia jantung juga pernah dilaporkan.

Overdosis dan penanggulangan
Manifestasi dari overdosis:
Dalam dosis yang besar, simpatomimetik akan menyebabkan pusing, sakit kepala, mual muntah berkeringat, takikardia, nyeri prekordial, palpitasi, sulit berkemih, kelemahan dan ketegangan otot, ansietas, kegelisahan, dan insomnia. Banyak pasien yang dapat menunjukkan gejala psikosis toksik dengan delusi dan halusinasi. Beberapa mungkin mengalami aritmia, kolaps sirkulasi, konvulsi, koma dan gagal napas.

Penanganan overdosis:
Penanganan standar adalah mengeluarkan semua obat yang belum diabsorpsi. Pengobatan yang dianjurkan adalah simtomatik dan suportif.
Hemodialisis tidak efektif mengeluarkan Fexofenadine dari dalam darah (1,7% yang dikeluarkan). Efek hemodialisis untuk mengeluarkan Pseudoephedrine belum diketahui.

Kemasan
FEXOFED: Dus isi 3 strip @ 10 kaplet lepas lambat.
Reg. No. DKL0911639314Al

Simpan pada suhu di bawah 30° C.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

PT KALBE FARMA Tbk.
Bekasi - Indonesia

Nilacelin Tablet, Sirop

13:00 Add Comment
Nilacelin Tablet, Sirop
NILACELIN®
BETAMETHASONE
DEXCHLORPHENIRAMINE MALEATE

NILACELIN® Tablet dan Sirup
Kombinasi Kortikosteroid dan Antihistamin
  • Betamethasone adalah glukokortikoid sintetik dengan efek antiinflamasi yang setara, retensi Natrium dari Betamethasone kurang dari Hydrocortisone. Potensi Betamethasone kira-kira tiga puluh kali potensi Hydrocortisone. 
  • Dexchlorpheniramine maleate efektif menanggulangi efek histamin, karena itu dapat mencegah dan mengurangi gangguan alergi.

Komposisi:
Tiap tablet NILACELlN® mengandung:
Betamethasone 0,25 mg dan Dexchlorpheniramine maleate 2 mg.

Tiap 1 sendok teh (5 ml) sirup NILACELlN® mengandung:
Betamethasone 0,25 mg dan Dexchlorpheniramine maleate 2 mg.

Indikasi:
NILACELlN® Tablet dan Sirup hanya untuk alergi berat yang membutuhkan pengobatan kombinasi steroid dan antihistamin dalam pengobatan penyakit:
  1. Saluran pernafasan:
    • Peradangan selaput lendir hidung karena alergi.
    • Asma bronkial yang parah.
  2. Kasus kulit:
    • Dermatitis kontak.
    • Eksema.
    • Efek samping yang ditimbulkan oleh obat-obat tertentu atau serum.
  3. Kasus alergi mata:
    • Alergi/peradangan pada konjungtiva/kornea.
    • Non-granulomatous iritis dan penyakit peradangan lain pada mata.

Dosis:
NILACELlN® tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, di mana 1 sendok teh (5 ml)
sirup setara dengan 1 tablet.
  • Dewasa: 1 - 2 tablet, 3 - 4 kali sehari atau 1 - 2 sendok teh, 3 - 4 kali sehari,
  • Anak-anak usia di atas 12 tahun: diberikan dosis seperti dewasa.
  • Anak-anak usia 6 - 12 tahun: ½ sendok teh, 3 kali sehari.
  • Anak-anak usia 2 - 6 tahun: ¼ - ½ sendok teh, 3 kali sehari.

Kontra Indikasi:
  • Jangan digunakan pada infeksi jamur sistemik.
  • Sensitif terhadap setiap komponen atau kortikosteroid lainnya.

Efek Samping:
  • Pada dosis terapi Dexchlorpheniramine maleate kadang-kadang menimbulkan efek samping, tetapi tidak bersifat serius, yang paling sering adalah sedasi, tetapi justru menguntungkan bagi penderita yang dirawat di Rumah Sakit atau yang perlu banyak tidur.
  • Efek samping dapat timbul bila obat dihentikan tiba-tiba atau dipakai terus menerus dalam dosis tinggi karena dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut, seperti: mialgia, artralgia, dan malaise. Kadang-kadang efek sampingnya ulkus peptikum.
  • Pada psikosis: dapat terjadi nervositas, insomnia, perubahan mood.
  • Osteoporosis: pada fraktur vertebra, pengobatan harus dihentikan.
  • Gangguan cairan dan elektrolit, muskuloskeletal, ulkus peptikum, dermatologik, neurologik, endokrin, oftalmik, dan metabolik.

Peringatan dan Perhatian:
  • Penggunaan dengan dosis tinggi sebaiknya diberikan pada waktu lambung berisi, hati-hati pada pasien psikosis, jika terpaksa dosis harus dikurangi.
  • Hiperkoagulabilitas darah akibat tromboemboli pada penderita yang mudah terserang trombosis intravaskuler, jadi harus ditambah antikoagulan sebagai profilaksis.
  • Perhatian khusus juga harus diberikan pada penderita diabetes mellitus, ulkus peptikum, infeksi berat, hipertensi, atau gangguan kardiovaskuler.
  • Pada penderita tuberkulosis, pemakaian harus dibatasi karena dapat menyebarkan penyakit.
  • Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan katarak subkapsuler posterior, glaukoma.
  • Gunakan hati-hati pada penderita dengan herpes simplex okular, kolitis ulseratif non-spesifik, abses atau infeksi piogenik lainnya, divertikulitis, anastomosis intestinal baru, insufisiensi ginjal, osteoporosis, miastenia gravis.
  • Pantaulah dengan seksama pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak pada terapi jangka panjang.
  • Pemakaian pada wanita hamil atau menyusui pertu dipertimbangkan resiko/manfaat baik untuk ibu maupun janin atau bayinya.
  • Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai motor atau menjalankan mesin.

Kemasan:
NILACELlN® Tablet :
Box berisi 100 tablet (10 strip @ 10 tablet)
No. Reg. : DKL9117802010A1

NILACELlN® Sirup :
Botol berisi netto 60 ml
No. Reg. : DKL9117801937A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Penyimpanan :
Tablet : Simpan di bawah 25°C.
Sirup : Simpan di bawah 25°C, terlindung dari cahaya.

Diproduksi oleh :
PT. Nicholas Laboratories Indonesia
Jakarta, Indonesia

Rhinos Junior Sirup

12:00 Add Comment
Rhinos Junior Sirup
RHINOS JUNIOR®
Sirup

  • Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (misal efedrin, fenilpropanolamin HCl, fenilefrin), penderita tekanan darah tinggi berat, dan yang mendapat terapi obat antidepresan tipe penghambat Monoamin Oksudase (MAO).
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke, seperti pada penderita dengan berat badan berlebih (overweight) atau penderita usia lanjut.
  • Bila dalam 3 hari gajala-gejala tidak berkurang, segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur, jantung berdebar, dan pusing.

Komposisi:
Tiap sendok takar (5 ml) mengandung:
Pseudoephedrine HCl15 mg
Chlorpheniramine maleate1 mg

Farmakologi:
Pseudoephedrine adalah suatu obat simpatomimetik dengan efek langsung pada reseptor adrenergik yang memberikan efek dekongestan. Chlorpheniramine merupakan suatu antihistamin derivat alkilamin (propilamin) dengan efek antagonis secara kompetitif terhadap histamin pada reseptor H1 sehingga memberikan efek antihistamin.

Indikasi:
Meringankan bersin dan hidung tersumbat karena pilek.


Kontraindikasi:
  • Lihat kotak peringatan.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Dosis dan cara pemberian:
Dewasa dan anak-anak lebih dari 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), tiga kali sehari.
Anak-anak 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), tiga kali sehari.
Anak-anak 2-5 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), tiga kali sehari.
Anak-anak di bawah 2 tahun: atas petunjuk dokter.


Peringatan dan Perhatian:
  • Lihat kotak peringatan
  • Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, retensi urin, gangguan fungsi jantung, dan diabetes mellitus.
  • Tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah 2 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat.

Efek samping:
  • Insomnia, sakit kepala, eksitasi, tremor, takikardia, aritmia, palpitasi, sulit berkemih, dan gangguan pencernaan.
  • Chlorpheniramine maleate dapat menyebabkan kantuk, dan mulut kering.

Interaksi obat:
  • Lihat kotak peringatan.
  • Penggunaan bersamaan dengan antidepresan tipe penghambat Monoamin Oksidase (MAO) dapat mengakibatkan krisis tekanan darah tinggi.
  • Efek pengobatan yang bekerja sentral (simpatomimetika, antidepresi) dapat ditingkatkan oleh pseudoephedrine hydrochloride atau chlorpheniramine.

Dapat menyebabkan kantuk

P. No. 1
Awas! Obat Keras
Bacalah aturan memakainya

SIMPAN PADA SUHU DIBAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

KOCOK DAHULU SEBELUM DIPAKAI

Diproduksi oleh
PT Ferron Par Pharmaceuticals
Cikarang-Indonesia

Untuk
PT Dexa Medica
Jl. Letjen. Bambang Utoyo 138
Palembang-Indonesia

Cerini Sirup

12:30 Add Comment
Cerini Sirup
CERINI® 
Cetirizine HCl 
Sirup

KOMPOSISI
Tiap 5 mL mengandung Setirizin Hidroklorida 5 mg.

FARMAKOLOGI
Setirizin merupakan antihistamin kuat dan selektif golongan antagonis H1 (AH1) yang tidak menimbulkan efek antikolinergik dan antiserotonin.
Pada dosis farmakologi, hanya sedikit menimbulkan efek mengantuk.
Setirizin menghambat mediator histamin, pada fase dini reaksi alergi, juga mengurangi perpindahan sel-sel inflamasi dan pelepasan mediator-mediator pada fase lambat reaksi alergi.

INDIKASI
CERINI diindikasikan untuk pengobatan rinitis perennial, rinitis alergi musiman, urtikaria idiopatik kronis.

KONTRA-INDIKASI
- Hipersensitivitas terhadap Setirizin.
- Ibu menyusui.

EFEK SAMPING
Efek samping Setirizin dapat ditoleransi dengan baik, efek samping yang mungkin terjadi yaitu:
  • Perasaan mengantuk, pusing-pusing, sakit kepala, gelisah, mulut kering dan gangguan saluran pencernaan.
  • Pada beberapa individu dapat terjadi reaksi hipersensitivitas termasuk reaksi pada kulit dan angioedema.

PERHATIAN
  • Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan apabila mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil.

INTERAKSI OBAT
Hati-hati bila digunakan bersama-sama dengan sedatif dan alkohol.

DOSIS
Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 10 mL sehari pada malam hari.
Anak 6 - 12 tahun: 10 mL sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi dua, di pagi hari dan malam hari. Anak-anak 2 - 6 tahun: 5 mL sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi dua di pagi hari.
Pada penderita gangguan fungsi ginjal, dosis harus dikurangi menjadi setengah dari dosis yang direkomendasikan.

CARA PEMBERIAN SECARA ORAL 
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Dus isi 1 botol @ 60 mL.
No. Reg.: DKLl422252537 Al

PENYIMPANAN
Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Dibuat oleh:
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia

Rhinofed Suspensi

12:00 Add Comment
Rhinofed Suspensi
RHINOFED®
Suspensi

Interval QT memanjang / aritmia ventrikular

Efek samping serius yang jarang terjadi pada kardiovaskular termasuk kematian, cardiac arrest, torsade de pointes dan aritmia ventrikular yang lain, telah ditemukan pada keadaan berikut, terutama karena kenaikan dosis terfenadine:
  1. Pemberian bersama dengan ketokonazol atau itrakonazol.
  2. Dosis berlebih (diatas 360 mg).
  3. Pemberian bersama klaritromisin, eritromisin atau troleandomisin.
  4. Penderita dengan gangguan fungai hati.
  5. Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (misal efedrin, fenilpropanolamin, fenilefrin), penderita tekanan darah tinggi berat dan yang mendapat terapi obat antidepresan tipe penghambat monoamin oksidase (MAO).
  6. Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke, seperti peda penderita dengan berat badan berlebih (overweight) atau penderita usia lanjut.
  7. Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur, jantung berdebar dan pusing.
Terfenadine dikontraindikasikan terhadap penderita yang sedang mendapat ketokonazol, itrakonazol, eritromisin, klaritromisln atau troleandomisin dan penderita dengan gangguan fungsi hati.
Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Pada beberape kasus, aritmia berat diawali dengan episode sinkop. Jika terjadi sinkop pemberian obat dihentikan dan dilakukan pengamatan yang intensif terhadap aritmia yang terjdi. Bila dalam 3 hari gejala-gejala tidak berkurang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.

Komposisi:
Tiap sendok takar (5 ml) mengandung:
Pseudoephedrine HCl              15 mg
Terfenadine20 mg

Farmakologi:
Terfenadine adalah suatu antihistamin baru yang bekerja secara spesifik dan selektif pada reseptor histamin H1 tanpa menimbulkan aktivitas depresi pada susunan saraf pusat. Pseudoephedrine (d-isoefedrin) adalah suatu stereo isomer efedrin. Bekerja sebagai sympathomimetic agent secara langsung merangsang reseptor adrenergik. Dalam klinis terfenadine menghilangkan gejala rinitis alergika seperti: bersin, rinore, rasa gatal di sekitar hidung dan mata, sedangkan gejala hidung tersumbat diatasi olah pseudoephedrine.

Indikasi:
- Rinitis alergika
- Rinitis vasomotor


Kontraindikasi:
  • Pemakaian obat simpatomimetik dikontraindikasikan pada penderita dengan penyakit kardiovaskular seperti: insufisiensi koroner, aritmia dan hipertensi berat.
  • Wanita hamil, menyusui dan penderita yang sedang diterapi dengan penghambat monoamin oksidase (MAO).
  • Hipersensitivites terhadap pseudoephedrine dan atau terfenadine.
  • Pemberian bersama ketokonazol dan derivat azol yang lain atau obat golongan makrolida.
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati.

Dosis:
Anak-anak usia ≥ 12 tahun: 3 kali sehari, 2 sendok takar.
Keamanan dan keefektifan Pemberian untuk anak ≤ 12 tahun belum ditetapkan.

Kelebihan dosis:
Beberapa kasus kelebihan dosis telah dilaporkan, gejalanya bisa berupa aritmia jantung termasuk takikardia ventrikular atau fibrilasi atau torsade de pointes yang terjadi pada dosis berlebih pada dosis 360 mg. Pada dosis 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari terjadi perubahan pada EKG yaitu perubahan morfologi gelombang T dan timbulnya gelombang U. Pada kasus kelebihan dosis monitoring EKG harus dilakukan secara intensif. Hemodialisa tidak efektif atau tidak mempengaruhi bersihan terfenadine atau metabolitnya dari darah.


Peringatan dan perhatian:
  • Hati-hati bila digunakan pada penderita narrow-angle glaucoma, hipertensi, diabetes mellitus dan hipertiroid.
  • Kehamilan dan wanita menyusul.
  • Walaupun pada percobaan binatang tidak terbukti terdapat efek teratogenik, tetapi data-data tentang percobaan pemakaian pada wahita hamil masih belum mencukupi, demikian juga untuk wanita menyusui.
  • Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Karena terfenadine dimetabolisme secara ekstensif di hati, maka penggunaan terfenadine pada pasien dengan gangguan fungsi hati harus dihindari.
  • Pasien yang diketahui mempunyai kecenderungan QT memanjang mungkin pada pemakaian terfenadine akan menyebabkan QT memanjang dan atau aritma venbikular. Oleh karena itu dianjurkan untuk menghindari penggunaan terfenadine pada pasien dengan congenital QT syndrome dan pada pasien yang sedang meminum obat yang dapat memperpanjang interval QT seperti antiaritmia, astemizol dan eritromisin atau pasien dengan hipokalemia yang tak terkontrol.

Efek samping:
  • Gangguan saluran cerna: anoreksia, mual, muntah, sakit perut dan mulut kering.
  • Gangguan susunan saraf pusat: Insomnia, gelisah dan ansietas.
  • Kardiovaskular: palpitasi, takikardia dan ekstrasistol.
  • Terfenadine jarang menimbulkan efek samping sedasi atau antikolinergik.
  • Efek samping lain yang pernah dilaporkan adalah nyeri abdomen dan dispepsia, alopesia, reaksi anafilaksis, angioedema, aritmia jantung, bronkospasme, gangguan mood, konvulsi, depresi, pusing, sakit kepala, insomnia, ikterus, gangguan fungsi hati termasuk peningkatan transaminase, gangguan haid, nyeri muskuloskeletal, nightmare, ruam, keringat dingin, tremor dan gangguan visual.

Interaksi obat:
  • Pemberian obat simpatomimetik pada penderita yang menarima obat penghambat monoamin oksidase dapat menimbulkan krisis hipertensi.
  • Antasida meningkatkan kecapatan absorpsi pseudoephedrine tetapi sebaliknya kaolin menurunkannya.
  • Ketokanazol dan derivat azol yang lain serta antibiotik makrolida akan menghambat metabolisme terfenadine sehingga tidak boleh diberikan bersamaan (kontraindikasi).

Kemasan dan nomor registrasi:
RHINOFED suspensi, Botol  @ 60ml, DKL9305011833Al

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C, TERLINDUNG DARI CAHAYA.

KOCOK DAHULU SEBELUM DIPAKAI.

Diproduksi oleh
PT Ferron Par Pharmaceuticals
Cikarang-Indonesia

Untuk
PT Dexa Medica
Jl. Letjen. Bambang Utoyo 138 Palembang-Indonesia

loading...